DKI-swasta edukasi anak panti asuhan jadi pengusaha sablon digital

·Bacaan 1 menit

Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta dan swasta mengedukasi ratusan anak yatim di sejumlah panti asuhan Ibu Kota untuk menjadi pengusaha, khususnya bidang sablon digital.

"Kita berikan edukasi kewirausahaan dan kaus gratis. Lebaran identik dengan pakaian baru, di sinilah kita bisa mendukung mereka dari keterbatasan dengan membagikan baju 'custom' baru untuk Lebaran,” kata Chief Marketing Officer Rhino Indonesia, Hendry Liaw, dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Senin.

Hendry mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) pihaknya kepada pemerintah DKI Jakarta.

Kegiatan tersebut dibarengi dengan pembagian bantuan berupa 200 kaus di panti asuhan di tiga wilayah DKI Jakarta.

Baca juga: Sarana Jaya-MUI DKI gelar program santunan anak yatim

Melalu CSR ini, pihaknya bertekad untuk membantu para anak yatim agar memiliki pengetahuan di dunia usaha.

Dengan modal pengetahuan tersebut, diharapkan para anak yatim itu mempunyai gambaran untuk memulai usaha, khususnya di bidang sablon digital.

Lebih lanjut, program ini dilakukan di tiga Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Putra Utama di tiga yakni wilayah, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Timur.

Program ini pun berlangsung selama empat hari yakni tanggal 21 hingga 24 April.

Baca juga: Jakarta Pusat serahkan bantuan tunai anak yatim terdampak COVID-19

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada para anak penghuni panti asuhan.

Di saat yang sama, Ketua Forum CSR DKI, Mahir Bayasut, berharap agar swasta lainnya bisa menggelar program serupa agar para anak yatim dapat teredukasi dengan baik.

"Harapannya program kepedulian seperti ini semoga bisa terus dilakukan oleh mitra mitra dunia usaha forum CSR dan bisa juga dikembangkan menjadi program pemberdayaan," kata Mahir.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel