DKPP Panggil KPU Terkait Sengketa Bacaleg PAN yang Kehilangan Ijazah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) akan menghadirkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk dimintai keterangannya dalam sengketa bakal calon anggota legislatif (bacaleg) Partai Amanat Nasional (PAN).

Pengadu dalam sengketa tersebut adalah Selviana Sofyan Husen dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang dicoret KPU karena dinilai tidak bisa melampirkan bukti izajah SMA.

"Jadi, kita sidang sekali lagi, KPU akan dihadirkan,"ujar Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie saat persidangan, Jakarta, Selasa (30/7/2013).

Kehadiran KPU tersebut merupakan permintaan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), sebagai teradu, karena menilai keterangan Selviana berbeda-beda.

Oleh karena itu, DKPP pun menanyakan kesiapan pengadu dan teradu untuk dikonfrontir dengan KPU.

Dalam persidangan, Bawaslu yang dipimpin Muhammad memang berkali-kali meminta DKPP menghadirkan KPU. Itu disebabkan karena keterangan pengadu dinilainya mengada-ada terkait izajah Selviana yang hilang.

"Saya mohon saran, KPU dihadirkan dipersidangan ini. Karena keterangan pengadu ini mengada-ada," ujar Ketua Bawaslu, Muhammad.

Sebelumnya, KPU mencoret Selviana karena dinilai tidak mampu melampirkan bukti ijazah SMA. Selviana sendiri mengaku ijazahnya hilang sewaktu pindah ke Indonesia.

Selviana dulunya sekolah di Institute Le Manoir, Bern, Swiss, atau setara SMA di Indonesia.

Baca Juga:

DKPP Panggil KPU Terkait Sengketa Bacaleg PAN yang Kehilangan Ijazah

DPR Tak Akan Kurangi Kewenangan Penyadapan KPK

Persiba vs Persib Batal Disiarkan Langsung

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.