DLH nilai kualitas air sungai di Mukomuko masih buruk

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menilai kualitas air sungai besar di daerah itu masih buruk karena tercemar limbah organik, baik yang berasal dari limbah rumah tangga, industri, dan kebiasaan buang air besar di sungai.

"Ada empat sungai, yakni Sungai Bantal, Sungai Air Dikit, Sungai Selagan, dan Sungai Manjuto," kata Kabid Penataan, Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko Ummul Husnun, di Mukomuko, Rabu.

Ia mengatakan penilaian itu berdasarkan hasil pemantauan dan uji laboratorium kualitas air di hilir sungai besar di daerah ini pada tahun 2021.

Berdasarkan hasil pemantauannya kualitas air sungai tersebut melebihi baku mutu yang ditetapkan, yakni Biochemical Oxygent Demand (BOD) maksimal dua miligram per liter dan Chemical Oxygen Demand (COD) maksimal 10 miligram per liter.

Baca juga: DLHK sebut Sungai Bengkulu tercemar bakteri Escherichia Coli

Baca juga: DLHK sebut Sungai Bengkulu tercemar tingkat sedang

Ia menjelaskan, air di hilir sungai di daerah ini melebihi baku mutu yang telah ditetapkan tersebut disebabkan oleh limbah organik baik yang berasal perusahaan, dari rumah tangga, dan sampah.

"Kami memantau kualitas air sungai yang berada di hilirnya, kemungkinan kualitas air dari hulu atau pertengahan sungai masih bagus," ujarnya.

Ia mengatakan, parameter tersebut masih dalam standar baku mutu kelas III sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air.

Menurutnya, air sungai yang masuk kelas tiga bagus digunakan untuk mandi karena bisa saja mengakibatkan penyakit kulit.

Baca juga: KLH Mukomuko uji kualitas sungai dekat perusahaan

Baca juga: Warga Mukomuko dilarang konsumsi air sungai

Namun air sungai yang berstatus kelas tiga ini masih bisa digunakan untuk pengairan lahan pertanian tanaman pangan dan perkebunan.

"Air sungai ini bisa saja digunakan untuk minum tetapi harus melalui pengolahan. Tidak bisa diminum langsung," ujarnya.

Instansi ini rutin setiap tahun melakukan pengujian kualitas air sungai guna mengukur sejauh mana tingkat pencemaran air sungai.

Selain itu, katanya, hasil itu disampaikan kepada warga setempat agar mereka tidak membiasakan diri membuang air besar di sungai. Termasuk larangan membuang limbah rumah tangga di sungai.

Baca juga: Peneliti: Sungai di Tasikmalaya tercemar sampah plastik

Baca juga: Wagub DKI ajak warga kelola air limbah rumah tangga

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel