DLH sebut Kehutanan di DKI berpotensi kurangi emisi10.565 ton CO2e

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyebutkan sektor kehutanan mencakup kegiatan konservasi dan hutan kota berpotensi mengurangi emisi karbon yang diproyeksikan sekitar 10.565 ton CO2e (carbon dioxide equivalent) sepanjang 2021.

"Kegiatan menanam pohon diharapkan dapat mereduksi Gas Rumah Kaca (GRK)," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Asep Kuswanto di Jakarta, Kamis.

Adapun potensi pengurangan emisi karbon selama 2021 itu lebih tinggi dibandingkan pada 2020 yang mencapai 9.710 ton CO2e.

DLH DKI merinci pada 2021 kegiatan penanaman pohon memiliki potensi mengurangi emisi karbon sebanyak 1.655 ton CO2e, kemudian pembangunan hutan kota berkontribusi mengurangi emisi 288 ton CO2e.

Selain itu, kegiatan perlindungan hutan kota diperkirakan mengurangi emisi karbon mencapai 2.373 ton CO2e, pembangunan taman kota diperkirakan menyumbang paling kecil yakni 67 ton CO2e.

Selanjutnya, perlindungan taman kota diperkirakan mengurangi emisi karbon sebanyak 661 ton CO2e dan yang paling besar adalah kegiatan konservasi hutan mangrove (Hutan Lindung Angke Kapuk) mencapai sekitar 5.519 ton CO2e.

Adapun total potensi pengurangan emisi dari sektor kehutanan yang mencapai 10.565 ton CO2e itu diperkirakan berkontribusi sebesar 71,64 persen dari target reduksi emisi pada 2030 mencapai 30 persen atau mencapai 14.748 ton CO2e.

Sedangkan target ambisius pengurangan emisi karbon pada 2050 sebesar 50 persen mencapai 24.580 ton CO2e.

Berdasarkan data Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2023-2026, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan pembibitan dan penanaman mangrove sebanyak 70 ribu pohon pada 2021.

Hingga Juni 2022, realisasi penanaman mangrove mencapai 38 ribu atau 54,28 persen.
Baca juga: Pemprov DKI Jakarta sinergi Pemerintah Pusat hijaukan kawasan Monas
Baca juga: Distamhut DKI sebut pembangunan taman selalu libatkan peran masyarakat
Baca juga: DKI genjot penanaman mangrove untuk kendalikan rob di pesisir Jakarta