Doa bersama digelar warga Jepara di monumen ari-ari RA Kartini

·Bacaan 2 menit

Sejumlah tokoh masyarakat dan warga Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menggelar acara peringatan Hari Raden Ajeng Kartini dengan berdoa bersama di monumen ari-ari RA Kartini yang berada di kompleks Kantor Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Kamis.

Acara doa bersama digelar secara sederhana dengan hanya dihadiri 50-an tamu undangan yang merupakan tokoh masyarakat sekitar serta jajaran pemerintah tingkat kecamatan serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), mengingat masih masa pandemi COVID-19.

"Doa bersama ini untuk mengenang tempat kelahiran RA Kartini karena sebelum orang tuanya diangkat sebagai Bupati Jepara, menjabat sebagai Wedana Mayong," kata Camat Mayong Muhammad Subkhan saat ditemui usai doa bersama di Jepara.

Sebelum masa pandemi, kata dia, acara doa bersama dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti pameran pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari berbagai desa selama dua sampai tiga hari.

Ia menceritakan bahwa RA Kartini dilahirkan di Desa Pelemkerep, Kecamatan Mayong, Jepara 21 April 1879 ketika masih menempati rumah dinas Kawedanan Mayong karena orang tuanya, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat menjabat Wedana Mayong.

Kebiasaan masyarakat, kata dia, setelah proses kelahiran, maka ari-arinya ditanam di sekitar kompleks tempat tinggalnya. Kebetulan saat itu masih menempati rumah yang berada di kompleks Kawedanan Mayong.

Untuk saat ini, rumah dinas kawedanan sudah sulit dideteksi keberadaannya, namun tempat mengubur ari-arinya dibuatkan monumen ari-ari RA KArtini yang dibangun pada bulan November 1951.

Hanya saja, setelah dua tahun berselang RA Kartini pindah ke Kota Jepara dan menempati Pendapa Kabupaten Jepara karena orang tuanya yang semula Wedana Mayong diangkat menjadi Bupati Jepara.

Meskipun hanya dua tahun berada di Kecamatan Mayong, tidak ada salahnya warga sekitar juga turut mendoakan, semoga sosok RA Kartini juga diteladani dan menjadi inspirasi generasi muda saat ini, demikian Muhammad Subkhan.

Baca juga: Yohana: Festival Kartini layak jadi agenda nasional

Baca juga: PKS napak tilas perjuangan Kartini di Jepara

Baca juga: Jateng rancang bantuan berkelanjutan untuk keturunan RA Kartini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel