Doa dan Tangis Peziarah di Pemakaman Baqi

Merdeka.com - Merdeka.com - Salat subuh berjemaah selesai dilakukan di Masjid Nabawi. Area pelataran yang semula sepi, tiba-tiba bak lautan manusia. Mereka adalah jemaah yang baru saja keluar dari area masjid.

Sebagian dari mereka memilih tak ingin buru-buru pulang. Justru memadati salah satu sudut masjid. Tepatnya di pintu masjid 33-35. Pintu terdekat menuju pemakaman Baqi.

Pemakaman Baqi hanya berjarak 30 meter dari sebelah timur Masjid Nabawi. Baqi dikenal dengan istilah jannatul baqi, berarti taman surga. Atau juga dikenal dengan Baqi al-Gharqad. Baqi berarti tanah yang luas dipenuhi oleh pepohonan. Sementara al-Gharqad adalah nama dari sebuah pohon berduri (Boxthrorn) yang dulu melimpah di kawasan Baqi.

Makam Baqi cukup istimewa, dibanding dengan makam-makam yang lain. Keistimewaan itu lantaran selain menjadi kuburan putra putri serta istri-istri Rasulullah SAW seperti Aisyah, Hafsah dan Saudah. Di pemakaman ini juga, salah satu dari empat sahabat kepercayaan Rasullah SAW sekaligus Khalifah ketiga Ustman bin Affan dimakamkan

Tidak heran jemaah dari berbagai negara berbondong-bondong ingin ke pemakaman Baqi. Ada yang sendiri, tak sedikit pula berkelompok. Di sana, mereka berziarah beberapa menit. Waktu ziarah pagi, umumnya usai subuh hingga pukul 9 pagi.

Terlihat dari kejauhan, pemakaman Baqi seperti hamparan tanah berundak. Setelah didekati, terdapat batu-batu nisan yang tersusun rapi. Pada batu-batu itu tidak tertulis apapun.

Tim Media Center Haji (MCH) di Madinah, berkesempatan mengunjungi pemakaman Baqi pada Kamis (16/6) pagi WAS. Meskipun langit masih gelap dan semburat fajar belum terlihat, para jemaah tetap semangat mengantre. Untuk menuju ke pemakaman Baqi, jemaah harus jalan sedikit menanjak. Sesampainya di atas, jemaah berdiri tepat di depan gerbang pemakaman yang sudah dipadati peziarah. Petugas yang berjaga sigap mengatur agar pergerakan jemaah tidak tersendat. Jemaah memadati pintu diminta segera masuk area pemakaman yang sangat luas.

Peziarah memang didominasi jemaah laki-laki. Sementara untuk jemaah perempuan, hanya di pelatarannya saja.

Jemaah tak kuasa membendung harunya ketika berada di Kompleks Pemakaman Baqi. Tak sekadar berdoa, jemaah juga terisak menangis sambil membacakan shalawat dan ayat-ayat Alquran untuk para ahli kubur. Mereka khyusuk memanjatkan doa. Meski terkadang dilakukan sambil berjalan pelan. Di titik pemakaman tertentu jemaah sempat berhenti. Bahkan memberikan pencahayaan pada buku panduan doa yang akan dibaca karena langit pagi itu masih gelap.

"Karena perempuan tidak boleh sampai ke dalam, saya berdoa dari luar sini saja," kata jemaah bernama Wati dari Kloter 16.

Selain istri dan sahabat, putra putri Rasulullah juga dimakamkan di kuburan Baqi. Seperti Fatimah az-Zahra, Ruqayyah, Zainab, dan Umi Kultsum, serta cucu-cucu Rasulullah, Hasan dan Husein. Ibu persusuan Rasulullah, Halimatus Sakdiyah juga dimakamkan di sini. Saking istimewanya pemakaman Baqi, Rasullah pernah berdoa secara khusus agar Allah SWT mengampuni segala dosa para penghuni makam Baqi. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel