Doa, lilin dan darah jadi koleksi museum darurat peringatan korban di Baghdad

BAGHDAD (Reuters) - Helm plastik dengan lubang peluru yang menganga, T-shirt berlumuran darah tergantung di sebelah deretan bendera yang juga berlumuran darah. Granat gas air mata diletakkan berbaris dalam kolom. Terdapat banyak foto pemuda beserta poster yang memuat tanggal mereka terbunuh oleh pemerintah.

Apa yang telah menjadi sisa-sisa yang ditinggalkan warga Irak yang terbunuh dalam protes menentang korupsi pemerintah, telah berubah menjadi museum sementara dan peringatan bagi sejumlah orang yang tewas, tempat berdoa dan merenung di jantung Lapangan Tahrir di Baghdad.

Setelah dua bulan protes terhadap pemerintah yang dianggap korup dan tunduk pada kekuatan luar, warga Irak baik tua maupun muda berkumpul di museum darurat untuk memberikan penghormatan.

Lapangan Tahrir, di bawah jembatan yang mengarah melintasi Sungai Tigris ke kompleks pemerintah Zona Hijau yang subur, seolah telah berubah menjadi tanah suci.

"Sebagai seorang imam, saya lebih suka berdoa dan membaca Alquran di sini daripada melakukannya di masjid," kata Ibrahim Gharawy, seorang sarjana Islam yang mengenakan sorban dan jubah. "Membaca Alquran dan berdoa di tempat ini membuat marah para koruptor."

Di dekat museum darurat itu, para pengunjuk mendirikan meja panjang, di mana Alquran diletakkan di antara lilin menyala dan meleleh. Karpet diletakkan di samping orang untuk berlutut dan berdoa.

"Menurut Al-Quran, para martir yang meninggal tidak boleh pergi dengan sia-sia. Ada lebih dari 450 martir di Baghdad saja," kata seorang pelajar perempuan, yang wajahnya terselubung syal warna hitam, merah dan putih, bendera rak. "Berdoa untuk mereka adalah yang paling bisa kita lakukan. Saya harap kita mendapatkan hak kita dan menang."

Ahmed Qatethabet, seorang pekerja konstruksi dan pengunjuk rasa, menggambarkan museum darurat itu sebagai sebuah monumen yang akan "tetap ada untuk generasi mendatang.

"Karena kami telah membukanya, museum ini akan tetap ada di Tahrir selamanya," katanya.