Doa Riko Simanjuntak Tentang Sepak Bola Indonesia di Olimpiade

·Bacaan 1 menit

VIVA – Perjuangan Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 sudah berakhir. Sebab, semua atlet dari delapan cabang olahraga mewakili Merah Putih telah bertanding di multievent empat tahunan paling bergengsi itu.

Indonesia meraih 5 medali, 1 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Torehan medali tersebut dipersembahkan oleh cabang bulutangkis dan angkat besi.

Kesuksesan itu tentu diharapkan bisa menularkan kepada cabang olahraga lainnya pada Olimpiade edisi selanjutnya.

Khususnya, sepak bola Indonesia yang diharapkan dapat berlaga di Olimpiade. Entah kapan waktunya, harapan itu datang dari pemain sayap Persija Jakarta, Riko Simanjuntak.

Riko menyampaikan, tidak boleh pesimis akan sepak bola Indonesia bisa masuk Olimpiade.

“Kita tidak boleh pesimis. Semoga suatu saat nanti kita bisa ada di sana (Olimpiade),” ujar Riko dikutip VIVA dari situs resmi klub, Kamis 5 Agustus 2021.

Satu-satunya penampilan sepak bola Indonesia pada Olimpiade tercatat di Melbourne 1956. Saat itu, tim nasional yang digawangi Maulwi Saelan, Endang Witarsa, Tan Liong Houw, dan Ramang.

Mereka mampu menahan Uni Soviet yang notabene salah satu tim kuat di dunia dengan skor kacamata.
Lantaran belum ada ketentuan adu penalti, laga diulang beberapa hari setelahnya.

Namun dalam pertandingan ulang, Indonesia kalah 0-4 dari Uni Soviet yang diperkuat Lev Yashin –salah satu kiper terbaik sepanjang sejarah sepak bola dunia.

“Kalau kita terus bekerja keras dan menjaga optimisme, kita bisa menjadi lebih baik,” ungkap Riko.

Sejauh ini, Riko mengaku cukup mengikuti kiprah atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo. Selain menyaksikan bulutangkis, dia juga menonton cabang olahraga lain.

“Kemarin saya menyaksikan Lalu Muhammad Zohri di atletik, meski masih belum beruntung,” tutur Riko.

“Secara umum, semua atlet Indonesia saya lihat sudah berupaya maksimal tapi beberapa belum berezeki mendapatkan medali.” sambungnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel