Doa Sayyidul Istigfar dan Keajaiban di Baliknya

Liputan6.com, Jakarta Istigfar sangat disukai Allah karena merupakan bukti penghambaan Tuhan kepada seorang hambanya. Setiap kali selesai melakukan shalat, umat Islam selalu dianjurkan membaca istigfar sebanyak tiga kali. Di bulan [Ramadan,](4240368/ "") umat Islam juga dianjurkan banyak beristigfar atau memohon ampun.

"Astagfirullahal adzim," itu adalah doa istigfar yang biasa kita ucapkan.

Istigfar yang merupakan doa memohon pengampunan kepada Allah SWT memiliki banyak manfaat. Mulai dari memperkuat iman, membuat perasaan lega, membukakan keberkahan dan pintu rezeki, hingga menghindarkan diri dari segala kejahatan.

Namun, Rasulullah SAW mengajarkan satu istigfar yang paling tinggi dan paling mulia tingkatannya, yang dinamainya Sayyidul Istigfar.

Bacaan Sayyidul Istigfar

Sayyidul Istigfar dijuluki rajanya istigfar.

“Allaahumma anta rabbii laa ilaa ha’illaa anta khalaqtanii wa ana abduka wa anaa alaa ahdika, wawa’dika mastatha‘tu a uudzu bika min syarri maa shana’tu abuu ‘ulaka bini’matika alayya wa abuu ‘ubizdanbii faghfirlii fa innahu laa yaghfirudzunuu ba illaa anta.”

Artinya: “Ya Allah Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang patut disembah hanya Engkau yang menjadikan aku. Aku hambaMu dan aku dalam genggamanMu, aku dalam perjanjian beriman dan berta’at kepadaMu sekedar kesanggupan yang ada padaku. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan yang aku perbuat. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan mengakui atas dosaku, aku mohon keampunanMu, tidaklah ada yang dapat mengampuni dosa seseorang, hanya Engkaulah hai Tuhanku.

Rahasia Sayyidul Istigfar

Ilustrasi Membaca Doa Credit: shutterstock.com

Menurut Buya Yahya dalam akun Youtube Al Bahjah TV, istigfar paling utama yang paling bagus dan tidak ada tandingannya dijuluki Nabi dengan Sayyidul Istigfar.

Sayyidul Istigfar adalah pengakuan atau ikrar bahwa Allah ada Tuhan yang disembah dan tak ada Tuhan selain Engkau. Manusia mengakui bahwa Engkau (Allah) yang telah menciptakanku sebagai manusia dan aku adalah hambamu.

Buya Yahya juga menyebut sudah ada perjanjian di alam barzah, bahwa Tuhan kita adalah Allah dan kita berada dalam perjanjian untuk patuh kepada Allah. Kita memang diciptakan untuk beriman kepada Allah SWT. Adapun orang-orang kafir tidak masuk dalam perjanjian ini.

Melalui Sayyidul Istigfar, manusia memberi pengakuan bahwa dirinya berada dalam upaya memenuhi perjanjian untuk taat.

"Dan aku berusaha semampuku. Dan aku minta perlindungan dari berbuat jahat," kata Buya Yahya.

Ia menegaskan bahwa Sayyidul Istigfar memiliki keistimewaan sebagaimana sabda Nabi. Barang siapa bisa mengucapkan sayyidul istigfar di siang hari dengan keimanan kepada Allah, kemudian dia meninggal di waktu sore, maka dia adalah ahli surga.

Kemudian, Nabi juga bersabda, "Barang siapa yang di waktu magrib tiba membaca sayyidul istigfar dengan penuh keyakinan, kemudian di malam itu dia meninggal, maka dia adalah ahli surga."

Buya Yahya menegaskan, tanda hamba yang dicintai Allah adalah hamba yang dimudahkan melakukan kebaikan, meski  tidak direncanakan. Tidak ada seorang hamba yang tidak melakukan kebaikan tanpa bimbingan Allah.

Saksikan video menarik di bawah ini