Doa Sederhana Jemaah Haji: Janji Bisa Pergi dan Pulang Bersama Kini Terwujud

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak 393 jemaah haji dari embarkasi JKG 24 diberangkatkan dari hotel menuju Bandara AMMA, Madinah. JKG 24 menjadi kloter pertama gelombang kedua yang diberangkatkan menuju Tanah Air.

Jemaah terbang pada Sabtu (30/7) pukul 4.30 WAS. Selain JKG 24, ada empat kloter lainnya yang akan diberangkatkan hari ini dengan waktu berbeda.

Banyak cerita tak terlupakan dialami jemaah selama 42 hari di Tanah Suci. Kemudahan saat beribadah dan sehari-hari bersama jemaah lainnya mempererat tali persaudaraan mereka.

"Luar biasa rasanya, ada senang, ada sedih juga. Sedih waktu pamit sama Rasulullah di Raudhah. Sedih juga harus pisah sama teman-teman yang udah kayak keluarga," kata Yani, jemaah asal Lebak.

Prosesi pemberangkatan jemaah menuju bandara dilakukan malam ini pukul 23.00 WAS dengan seremonial mengalungkan sorban ke leher secara bergantian. Tampak hadir Kasubdit Bina Petugas, Suviyanto, Kepala Daker Madinah, Amin Handoyo dan sejumlah kasi Daker Madinah.

Bagi jemaah Yani, banyak pengalaman berharga yang didapatnya selama berhaji. Bukan hanya soal ibadah tetapi juga silaturahmi yang terjalin.

"Kebersamaan yang awalnya gak kenal lalu kayak keluarga, saling tunggu saling jaga. Insya Allah kekeluargaan ini tetap terjaga," katanya.

Bagi Yani, perjalanannya berhaji benar-benar luar biasa. Ibarat penantian, harus bersabar untuk hasil yang baik.

"Alhamdulillah sabar menunggu 10 tahun dikasih hadiahnya sama Allah haji akbar," tutup ibu tiga anak ini.

Janji Pergi dan Pulang Tetap Bersama

Petugas kesehatan menjadi garda terdepan menjaga stamina jemaah. Merangkap tugas sebagai jemaah, tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI) tak pernah lelah menjaga kesehatan jemaah.

"Banyak sukanya, meskipun menangani jemaah yang sakit, melihat mereka semangat saya menjadi lebih semangat," kata Fitalia, perawat TKHI JKG 24.

"Di sini bisa silaturahmi sekaligus ibadah, jadi double ibadahnya."

Sejak kedatangan hingga kepulangan, katanya, mayoritas sakit jemaah batuk dan pilek. Dia bersyukur jemaah di kloternya tidak ada yang sakit parah dan membutuhkan perawatan serius meskipun ada 30 jemaah yang membutuhkan perhatian lebih.

" Mayoritas cuma batuk pilek. Alhamdulillah sampai kepulangan ini jemaah lengkap. Kita memang berdoa dan berjanji bisa berangkat dan pulang sama-sama," kenangnya.

Begitu banyak pengalaman didapat selama menjadi petugas kesehatan sekaligus jemaah haji. Dia merasakan keberkahan tersendiri bisa memberikan pelayanan kesehatan terbaik ketika jemaah membutuhkan.

"Saat sakit, banyak yang udah lansia pingin dimanja, pria wanita. Alhamdulillah kita tangani, makan ada yg minta disuapin. Tapi intinya kita selalu motivasi untuk sembuh. Karena kita janji berangkat bareng pulang bareng," ungkap dia.

Petugas Beri Layanan Terbaik

Waktu tunggu dua tahun lebih lama karena pandemi membuat antusias jemaah berhaji kian menggebu. Beruntung ekspektasi tinggi jemaah berbanding lurus dengan pelayanan yang diberikan petugas.

"Alhamdulillah pelayanan petugas luar biasa, penyambutan di Mekkah Masya Allah, pelayanan sangat berbeda dari tahun lalu, peningkatan pelayanan luar biasa," ungkap ketua rombongan, Bunda Mirfat Kholilah (53) yang membawa 135 jemaah asal Lebak yang tergabung dalam kloter JKG 24.

Soal aturan dilarang membawa air zamzam, dia pastikan jemaahnya patuh pada aturan. Apalagi alasannya semata-mata demi keselamatan penerbangan.

"Saya imbau jemaah patuh pada peraturan, Alhamdulillah di satu dua dan tiga ada kedapatan tapi berupa titipan dr sanak saudara yang ada di sini, saya tanya langsung ke orangnya karena itu tidak boleh," jelas dia.

Kepuasan jemaah diharapkan menjadi cambuk untuk petugas. Agar terus memberikan pelayanan terbaik pada jemaah. Hingga seluruh proses penyelenggaraan ibadah haji selesai.

"Terima kasih teman-teman sektor 3 sudah memberikan pelayanan terbaik untuk kenyamanan pada jemaah haji. Cukup responsif membantu jemaah haji baik dalam hal layanan ibadah, catering, akomodasi dan lain-lain. Ini membuat jemaah merasa dilayani dihargai. Petugas di Madina cukup tertib dan disiplin dalam memberikan pelayanan," kata Kasubdit Bina Petugas Haji Ditjen PHU, Suviyanto saat melepas keberangkatan jemaah JKG 24 menuju bandara.

Kepala Daerah Kerja Madinah, Amin Handoyo, berjanji pihaknya akan terus memberikan pelayanan terbaik pada jemaah. Meskipun diakuinya belum sempurna karena ada saja kekurangan yang terjadi

"Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik meskipun kami menyadari banyak kekurangan seperti akomodasi dalam penempatan jemaah menggunakan tasreh sehingga jemaah terasa padat tapi jaraknya sangat dekat denhan Nabawi," jelas Amin. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel