Dobrak Ekspektasi Sosial, Perempuan Bisa Pegang Posisi Strategis di Sektor Teknologi

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Batasan-batasan imjiner dalam siapa-di-bidang-apa sudah seharusnya ditinggal jauh-jauh. Dengan pemikiran sosial lebih progresif, bukan tidak mungkin perempuan memegang posisi strategis di sektor teknologi yang sudah terlalu lama lekat dengan kesan "man's world."

Salah satu inspirasinya bisa dilihat dari figur Nelly Nurmalasari. Diakui Senior VP Traveloka Accommodation ini bahwa partisipasi perempuan di bidang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) sayangnya masih tergolong rendah dibanding sektor lain.

"Padahal berdasarkan penelitian, tidak ada perbedaan dari segi kapabilitas dan kognitif (antara wanita dan pria). Sebelum berkarier di Traveloka, saya sendiri penasaran apakah perusahaan teknologi itu cenderung 'all boys club'," tuturnya dalam wawancara eksklsuif dengan Liputan6.com, beberapa waktu lalu.

Setelah terjun langsung ke perusahaan teknologi, Nelly mengakui bahwa beberapa fungsi, seperti engineering technologist, memang masih didominasi laki-laki. Namun pada posisi lain, partisipasi perempuan cukup seimbang.

"Saya memandang bahwa perempuan memiliki perspektif berbeda, sehingga harus berpartisipasi juga dalam pengambilan keputusan strategis. Di Traveloka, saya lihat peran wanita juga dinilai penting," imbuhnya.

Lebih lanjut disebutkan bahwa one stop marketplace untuk kebutuhan perjalanan dan gaya hidup itu memberi kesempatan yang sama, baik pria maupun wanita, dalam menempati posisi apa saja di perusahaan.

Manager di Traveloka, kata Nelly, umumnya juga memberi dukungan tambahan untuk karyawan wanita yang membangun keluarga, terutama jadi ibu baru, di luar aturan resmi pemerintah, seperti cuti melahirkan. "Maka itu, di Traveloka kita memiliki 148 orang pemimpin wanita dengan level manager ke atas dan enam orang di level vice president ke atas," paparnya.

Memaksimalkan Support System

Nelly Nurmalasari, Senior VP Traveloka Accommodation. (dok. Traveloka)
Nelly Nurmalasari, Senior VP Traveloka Accommodation. (dok. Traveloka)

Dalam pemberdayaan perempuan, Nelly menjelaskan, tantangannya mulai berbeda di fase membangun keluarga, terutama saat pertama kali jadi ibu. Karenanya, dukungan secara komprehensif penting didapat di momen tersebut.

"Pertama, untuk seorang ibu baru berhasil menyeimbangkan karier dan keluarga sehingga lebih banyak lagi perempuan-perempuan sukses berkarier, serta menempati posisi-posisi strategis di perusahaan. Kedua, dengan semakin banyaknya role model wanita ini, akan lebih menginspirasi perempuan-perempuan yang berada di awal karier mereka," katanya.

Maka itu, support system yang diperlukan adalah segala dukungan untuk membantu mencetak lebih banyak wanita karier di level menengah, di mana pentingnya memperoleh keseimbangan antara berkarir dan berkeluarga.

"Ini butuh komitmen dari perusahaan dan manajer langsung dari karyawan tersebut, baik manajer laki-laki maupun perempuan. Dukungan ini bisa banyak bentuknya, misalnya arrangement sementara untuk scope pekerjaan maupun waktu bekerja, karena dari sisi perusahaan dan manajer harus melihat dukungan ini sebagai investasi jangka panjang," paparnya.

"Ketika team member perempuannya sudah mahir menyeimbangkan karier dan keluarga, umumnya ia dapat mengemban peran yang lebih penting lagi di perusahaan," sambung Nelly.

Ia bercerita bahwa pencapaian dalam menempati posisi strategis seperti sekarang tidak lepas dari dukungan luar biasa dari lingkungan, baik keluarga maupun rekan kerja pria atau wanita. "Terutama ketika kehamilan pertama dan membesarkan anak pertama. Sehingga memang sepantasnya saya pay it forward, melakukan hal yang sama untuk perempuan-perempuan lain," katanya.

Memosisikan diri di situasi yang dialami rekan perempuan, ujarnya, sangat membantu untuk berpikir dukungan apa yang bisa ditawarkan, baik dari pribadi maupun perusahaan.

"Saya secara aktif memerhatikan beberapa rekan kerja perempuan di Traveloka yang sekiranya sedang berada di fase transisi tersebut, dan biasanya saya ajak ngobrol saja dulu. Dengan ini saya berharap nantinya juga rekan kerja saya ini akan pay it forward, sehingga women supporting women benar terjadi," urainya.

Apa Itu Perempuan Berdaya?

Menyeimbangkan peran strategis wanita dan pria dalam perusahaan teknologi. (dok. Traveloka)
Menyeimbangkan peran strategis wanita dan pria dalam perusahaan teknologi. (dok. Traveloka)

Multi-peran yang dijalani perempuan, kata Nelly, sebenarnya bukan hanya soal menyeimbangkan keluarga dan karier, melainkan juga lingkungan pertemanan dan kebahagiaan diri sendiri. Kunci dalam praktiknya adalah kesadaran untuk perlunya menjaga keseimbangan ini dan menerima bahwa pembagian perhatian, serta waktu antar peran ini harus dinamis.

"Diikuti juga dengan komunikasi terbuka dengan keluarga dan rekan kerja jika prioritas ini perlu berubah dalam situasi tertentu, sehingga mendapatkan support yang baik. Ketika ada tuntutan pekerjaan yang memang butuh full attention, saya biasanya memberi heads up ke keluarga. Sama halnya jika perlu perhatian khusus di rumah, saya komunikasikan dengan manager dan tim yang dapat membantu saya," katanya.

Sebagai perempuan, Nelly merasa paling berdaya ketika dapat menginspirasi dan mampu memengaruhi secara positif pola pikir, serta pandangannya pada orang lain. "Karena artinya orang tersebut sudah percaya terhadap saya, baik secara kompetensi maupun secara personal," katanya.

"Dengan menginspirasi, berarti kita dapat menggerakkan orang lain, bahkan organisasi maupun komunitas secara efektif. Maka itu, saya pikir ini adalah definisi perempuan berdaya," tutup Nelly.

Pakai Masker Boleh Gaya, Biar COVID-19 Mati Gaya

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: