Dodik Suprayogi, Striker Persebaya yang Pernah Cetak Gol ke Gawang PSV dan Kini Jadi Kepala Desa

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Makassar - Aksi Dodik Suprayogi sebagai striker pernah mewarnai kompetisi sepak bola tanah air ketika berkostum PSDS Deli Serdang dan Persebaya Surabaya.

Bersama Bajul Ijo, namanya dikenang ketika berhasil menjebol gawang tim papan atas Liga Belanda, PSV Eindhoven pada laga uji coba di Stadion Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya pada 1996. Di tim kebanggaan Bonekmania itu pula, Dodik Suprayogi akhirnya memutuskan pensiun sebagai pemain saat usianya masih 28 tahun karena cedera lutut yang berulang.

"Saya merasa sulit bersaing di level atas karena cedera itu. Makanya, daripada tak berkonstribusi besar di Persebaya, saya memilih mundur dan fokus pada pekerjaan di PDAM Surabaya dan keluarga," kenang Dodik Suprayogi dalam channel Youtube Omah Balbalan.

Belakangan, Dodik Suprayogi lebih dikenal sebagai Kepala Desa (Kades) Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik yang dijabatnya sejak 2019. "Saya ingin mengabdi dan berbakti di desa tempat saya menetap saat ini," ujar Dodik yang justru mengawali kariernya di level kompetisi nasional dengan berkostum PSDS di Perserikatan musim 1991-1992.

Dodik menjadi bagian tim asal Sumatera Utara itu setelah sebelumnya gagal dalam seleksi tim Persegres Gresik pada musim 1989-1990. Proses dirinya bergabung di PSDS itu terbilang unik dan cepat. Setelah gagal menjadi bagian Persegres, Dodik ikut orangtuanya yang merupakan anggota TNI-AD dipindahtugaskan ke daerah Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Dodik yang pernah tiga musim jadi top skorer di Divisi Dua kompetisi internal Persebaya bersama klub Maesa ini bergabung dengan klub lokal, Poslab Labuhan Batu. Pada satu momen, klubnya itu berujicoba dengan PSDS yang sedang mempersiapkan diri menghadapi musim 1991/1992.

Dinilai tampil ciamik pada laga itu, Dodik pun diajak bergabung di PSDS.Seperti diketahui, Dodik bersama PSDS mampu melaju ke Babak 6 Besar yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno. Di mana pada laga terakhir babak itu, PSDS menghadapi Persebaya yang berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Bajul Ijo.

"Pada laga itu, saya sempat khawatir bakal dipermasalahkan oleh Persebaya karena bermain untuk PSDS. Alhamdulillah, pertandingan berjalan lancar. Dan saya diajak kembali ke Surabaya selepas musim itu," papar Dodik.

Jadi Kepala Desa

Logo Persebaya Surabaya. (Bola.com/Dody Iryawan)
Logo Persebaya Surabaya. (Bola.com/Dody Iryawan)

Tampil ciamik bersama PSDS, sejatinya membuat Dodik Suprayogi mendapat kesempatan bermain di Galatama, kompetisi semi profesional pertama di Indonesia. Tapi, PSDS tidak memberikan surat keluar kalau Dodik menerima tawaran dari tim Galatama.

Ia pun kembali berkiprah di kompetisi internal Persebaya dengan berkostum klub Sakti dan Mitra. Dari kompetisi itu, ia pun terpilih masuk skuad Persebaya sejak 1993/1994 sampai musim 1995/1996. Selepas dari Persebaya, Dodik fokus pada pekerjaannya sebagai karyawan PDAM sampai berhenti karena dipecat.

"Saya tak malu dikatakan keluar dari PDAM karena dipecat. Saya dipecat karena tak diterima dinyatakan bersalah karena sesuatu yang tidak saya lakukan," tegas Dodik.

Tak lama setelah pensiun dari PDAM, Dodik memutuskan berbakti ke desa kelahirannya. Ia pun mencalonkan diri menjadi Kades Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada 2013 tapi tak terpilih.

Baru pada pemilihan berikutnya, Dodik terpilih menjadi kepala desa periode 2019-2024. Satu program andalannya adalah membuat desanya tak lagi kebanjiran saat musim hujan.

"Sebagai kades, prinsip saya sederhana yakni ikhlas dan fokus untuk membangun desa yang saya pimpin menjadi lebih baik dari sebelumnya," pungkas Dodik.

Sumber: Channel Youtube Omah Balbalan

Saksikan Video Pilihan Kami: