Dokter Benarkan Lansia yang Meninggal di China Bukan Hanya karena Virus Corona

Liputan6.com, Jakarta Virus Corona merupakan jenis virus baru yang belakangan ini ramai diperbincangkan masyarakat. Oleh karena itu, setiap hari akan ada saja kejutan demi kejutan mengenai perkembangannya.

dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc., Sp.PD. menyampaikan pendapatnya mengenai kehebohan virus baru ini. Dia mengatakan bahwa dalam konteks public health, virus corona tidak terlalu mengkhawatirkan.

"Mari lihat lebih proporsional, terdapat 40.553 orang yang terinfeksi dan 910 yang meninggal dengan perbandingan 2%. Artinya dari 100 orang pasien, yang meninggal hanya dua orang. Hal ini stabil dari hari pertama kemunculan virus ini hingga sekarang," kata dr. Dirga pada diskusi publik "Darurat Wabah Corona: Respons dan Antisipasi Indonesia" pada Selasa (11/02) di DPP PSI, Jakarta Pusat.

Selain itu, dr. Dirga juga mengatakan bahwa hampir seluruhnya pasien yang meninggal adalah orang-orang yang lanjut usia dan memiliki riwayat penyakit yang kronik, misalnya diabetes atau darah tinggi.

Harus Tetap Meningkatkan Kewaspadaan

Meskipun virus ini telah menyebar ke 27 negara, tiap negara hanya terdiri dari satu sampai dengan dua kasus saja. Namun, bukan berarti negara lain yang saat ini tak terdeteksi virus lengah untuk mengantisipasinya. Oleh karena itu, dimulai dari masyarakatnya sendiri yang harus meningkatkan kepeduliannya terhadap risiko penyebaran virus baru ini.

Sesuai dengan tempat asalnya, virus ini sangat terisolasi hanya di China. Oleh karena itu, virus corona belum bisa dianggap sebagai penyakit pandemik. Namun, perlu diketahui bahwa satu orang yang terinfeksi virus ini dapat menularkannya kepada satu sampai dengan tiga orang.

Bagaimana Penyebaran Virus Ini di Indonesia?

Pada kesempatan yang sama, dr. Dirga memastikan bahwa saat ini memang tidak ada kasus virus corona di Indonesia. Virus ini tak dapat menyebar karena berdasarkan tiga faktor, yaitu karakteristik penduduknya, virusnya itu sendiri, dan lingkungan.

"Faktor pertama adalah karakteristik orangnya. Jadi, harus diketahui terlebih dahulu bagaimana daya tahan tubuh mereka. Kemudian, mengetahui keberadaan virus itu sendiri, ada atau tidak di Indonesia. Yang terakhir adalah faktor lingkungan, Indonesia memiliki suhu dan kelembapan yang tinggi. Hal itulah yang tidak disukai oleh virus," katanya.

 

 

Penulis: Salsabila Fauziah Rahman

Saksikan juga video menarik berikut: