Dokter Cantik yang Mencoba Bunuh Diri Dikenal Pendiam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tengku Farah Emilia (30), dokter cantik yang kemarin sempat melakukan upaya bunuh diri dengan menusukkan diri di sebuah kebun pisang di kawasan Jalan Nangka, Beji, Depok, dikenal tetangga sebagai sosok yang pendiam.

"Memang pendiam orangnya, pas kejadian emang kayak orang bingung," ujar Ani salah seorang tetangga korban, Senin (10/12/2012).

Menurut Ani pada saat hari kejadian, Farah pergi tanpa bilang apa-apa ke pembantunya. Ternyata Farah pergi berjalan kaki tanpa tujuan dan melakukan upaya percobaan bunuh diri di sebuah kebun pisang di Jalan Nangka, Beji, Depok, yang berjarak beberapa ratus meter dari rumahnya di Komplek Depok Permai Regency Kukusan (DPRK) Jalan Mandor Basyir, Kukusan, Beji, Depok.

Ani juga menuturkan bahwa keluarga Farah baru pindah mengontrak di sebuah rumah dalam komplek tersebut, ia baru tinggal sekitar satu minggu disitu. Karena baru dan orangnya pendiam, Ani mengaku tidak tahu masalah apa yang mendorong Farah melakukan perbuatan nekat mencoba bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perutnya.

"Enggak tahu apa ada masalah dengan suaminya, enggak pernah kedengaran ribut-ribut sih, orangnya juga memang pendiam, kayak orang bingung," tandas Ani.

Seperti diketahui, percobaan bunuh diri terjadi Minggu (9/12/2012) pagi kemarin sekitar pukul 9. Saat itu diketahui wanita yang juga berprofesi sebagai dokter itu melakukan percobaan bunuh diri di sebuah kebun pisang di Jalan Nangka RT 6/15, Beji, Depok.

"Dia jalan kaki, pake daster warna coklat motifnya kembang-kembang, rambutnya juga basah mungkin habis mandi. Orangnya cakep banget, putih kulitnya," ujar Asep seorang tukang ojek yang sempat melihat Farah.

Di kebun pisang itulah Farah tiba-tiba mengeluarkan pisau dan menusuk dirinya sendiri di bagian perut sebanyak dua kali, warga yang kaget melihat kejadian itu langsung menyelamatkan korban yang saat itu terus mencoba menusukkan perutnya kembali.

"Korban kemudian diselamatkan warga yang bernama Arman dan Sahuri. Mereka merebut pisau dari tangan pelaku dan melaporkannya ke kantor polisi," ujar Kapolsek Beji, AKP Agus Widodo, Minggu (9/12/2012).

Pelaku kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Graha Permata Ibu di Kukusan, Depok, untuk mendapatkan perawatan. Kasus ini masih dalam penyelidikan Polsek Beji.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.