Dokter di India Diusir Penduduk yang Takut Virus Corona COVID-19

Liputan6.com, New Delhi - Dokter, perawat, tenaga medis, sopir adalah sejumlah pahlawan yang punya kontribusi dalam menekan penyebaran Virus Corona COVID-19. Mereka adalah garda terdepan untuk menyelamatkan banyak nyawa.

Namun faktanya, banyak mereka yang berprofesi sebagai dokter hingga perawat yang diusir dari rumah oleh penduduk yang panik karena takut tertular Virus Corona.

Laporan serangan dan pelecehan telah datang dari seluruh wialayah di India dan kian meningkat, terlebih saat diberlakukan lockdown selama 21 satu.

Paling tidak dalam satu kasus, polisi dituduh memukuli seorang sopir pengiriman yang membawa obat-obatan, demikian dikutip dari laman Channel News Asia, Jumat (27/3/2020).

Sanjibani Panigrahi, seorang dokter menggambarkan bagaimana dia disapa ketika kembali ke rumah setelah seharian di rumah sakit untuk merawat pasien Corona COVID-19.

Dia mengatakan tetangga memblokirnya di pintu masuk gedung apartemennya dan mengancam jika dia terus bekerja.

"Mereka adalah orang yang sama senang berinteraksi dengan saya (di masa lalu). Setiap kali mereka menghadapi masalah, saya telah membantu mereka," kata pria 36 tahun itu kepada AFP.

"Ada rasa takut di antara orang-orang tersebut. Aku mengerti. Tapi sepertinya aku tiba-tiba menjadi tidak tersentuh."

Minggu ini, para dokter di Institut Ilmu Kedokteran All India meminta bantuan pemerintah setelah petugas kesehatan diusir dari rumah mereka.

"Banyak dokter terdampar di jalan-jalan dengan semua barang bawaan mereka," tulis surat itu.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Pernyataan PM India

PM Narendra Modi (MONEY SHARMA / AFP)

Modi meminta orang India untuk berhenti memperlakukan pekerja medis sebagai paria, seharusnya menggambarkan mereka yang melawan virus itu "seperti dewa".

"Hari ini mereka adalah orang-orang yang menyelamatkan kita dari kematian, menempatkan hidup mereka dalam bahaya."

Petugas kesehatan bukan satu-satunya yang menghadapi beban terbesar. Staf maskapai dan bandara, yang masih dipanggil untuk evakuasi orang-orang India yang terjebak di luar negeri dan manajemen pengiriman kargo utama, juga terancam.

Maskapai Indigo dan Air India mengutuk ancaman yang dibuat terhadap staf mereka.

Seorang pramugari Air India mengatakan kepada AFP bahwa tetangganya mengancam akan mengusirnya dari apartemennya saat dia menuju ke Amerika Serikat, dengan mengatakan dia akan "menginfeksi semua orang".

"Aku tidak bisa tidur malam itu," katanya.

"Aku takut bahkan jika aku pulang, akankah seseorang mendobrak pintu atau memanggil orang untuk mengusirku?"

Simak video pilihan berikut: