Dokter: Edukasi kesehatan organ intim harus dimulai sejak dini

Dokter spesialis kulit dan kelamin dari RSUPN Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Yudo Irawan, SpKK meminta orang tua untuk mengedukasi anak mengenai kebersihan dan kesehatan organ intim sedini mungkin saat anak sudah mulai memahami pentingnya menjaga organ intim.

"Tidak ada patokan usia berapa. Jadi misalnya saat dia bertanya, misalnya perempuan, kok saya beda dengan punya papa, berarti itu sudah bisa kita tanamkan dari mulai anatomi, fungsi, dan menjaga kesehatannya," kata Yudo dalam bincang-bincang kesehatan dalam rangka HUT RSCM ke-103 yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.

Menurut Yudo, memberikan edukasi kepada anak sedini mungkin mengenai pentingnya menjaga kesehatan organ intim sangat penting untuk mencegah anak mencari informasi dari sumber lain yang tidak terpercaya dan membawa dampak negatif.

"Biasanya di bawah usia 10 tahun itu anak-anak sudah mulai mengerti, mulai tahu, dan ingin tahu. Jadi kita sebagai orang tua sebaiknya memberikan informasi yang baik sebelum bablas mencari informasi yang malah ke mana-mana," ujarnya.

Baca juga: Pentingnya merawat area kewanitaan dengan pembersih berbahan alami

Baca juga: Mengenal kutil kelamin, penyebab dan pencegahannya

Untuk itu, Yudo mengatakan bahwa sebelum menginjak usia 10 tahun anak sebaiknya sudah diajarkan mengenai cara menjaga organ intim.

Lebih lanjut, katanya, jelaskan juga bahwa suatu saat mereka akan mengalami pubertas yang ditandai dengan menstruasi atau mimpi basah, sehingga mereka harus berusaha lebih untuk menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim. Tujuannya, agar mereka memiliki bekal yang cukup sehingga siap ketika memasuki masa-masa tersebut.

"Jangan sampai anaknya keburu menstruasi baru nanya, atau bahkan sedihnya enggak nanya-nanya sampai orang tuanya enggak pernah tahu anaknya menstruasi mulai kapan. Atau anak laki-lakinya mimpi basah sudah bertahun-tahun, baru orang tuanya tahu," kata Yudo.

"Jadi kalau anak mulai bertanya, ya, dijelaskan apa adanya, tapi tentu sesuai dengan porsinya. Kita bisa bilang, 'nanti kalau kamu sudah mulai menstruasi, mama jelasin lagi cara menjaganya, kalau sekarang kira-kira begitu cara bersihkannya'. Ini juga bisa jadi mendekatkan hubungan antara anak dan orang tua," lanjutnya.

Mengedukasi anak mengenai pentingnya menjaga organ intim juga dikatakan Yudo sangat penting agar anak terhindar dari iritasi dan infeksi.

"Anak memang belum melakukan aktivitas yang bersifat seksual dengan orang lain, bukan berarti jika dia tidak menjaga higienitas dirinya akan terbebas dari infeksi. Infeksi saluran reproduksi dan infeksi menular itu bisa terjadi meski belum melakukan aktivitas (seksual) dengan orang lain, misalnya jamur," ujar Yudo.*

Baca juga: Ketahui gejala infeksi jamur pada "miss v"

Baca juga: Pentingnya menjaga kebersihan organ intim kewanitaan