Dokter ICU Ini Ceritakan Berbagai Kisah Pilu Pasien COVID-19 yang Tak Berhasil Selamat

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta "Fokuslah pada hal-hal positif yang telah kamu lakukan, itu adalah keseluruhan misimu, bahkan jika pada akhirnya orang-orang mati, kamu telah membantu mereka." Thanh Neville menatap teks yang dikirimkan temannya, membacanya berulang kali, bahkan saat air matanya mulai berjatuhan, dan kata-katanya menjadi kabur.

Sebagai seorang dokter perawatan intensif di UCLA Health dan direktur medis program akhir masa hidup ICU, Thanh menderita karena pandemi COVID-19 membuatnya merasa tidak bisa memenuhi misinya sendiri. Thanh menerima teks tersebut beberapa minggu lalu, ketika penyebaran COVID-19 sedang berada di puncaknya, di Los Angeles.

Rumah sakit perawatan kuartener mereka memiliki 5 ICU dewasa dan tetap harus mengubah bangsal pengobatan biasa menjadi ICU tambahan sementara. Mereka telah memperluas 2 tim ICU medis biasa menjadi 4 tim dan dengan cepat mengembangkan sistem cadangan yang rumit untuk perawatan kritis yang merawat dokter.

ICU terasa seperti medan perang, di mana mereka berlomba dari 1 bencana ke bencana berikutnya. Banyaknya pasien COVID-19 membuat Thanh kewalahan.

Berbagai kisah haru dari pasein yang coba diselamatkan oleh Thanh

Ilustrasi koma/Thanh Neville adalah seorang dokter ICU, berikut ini adalah berbagai kisah haru dan pilu dari pasiennya yang tak berhasil selamat dari COVID-19.. Sumber foto: unsplash.com/Marcelo Leal.
Ilustrasi koma/Thanh Neville adalah seorang dokter ICU, berikut ini adalah berbagai kisah haru dan pilu dari pasiennya yang tak berhasil selamat dari COVID-19.. Sumber foto: unsplash.com/Marcelo Leal.

Thanh banyak melihat keluarga yang menyampaikan ucapan selamat tinggal yang memilukan kepada orang yang mereka cintai, melalui iPad. Jumlah kematian dalam 1 hari di bulan Januari sama dengan jumlah kematian biasa yang mereka alami dalam 1 minggu.

Perasaan kekalahan sudah bisa diraba, ada kalanya Thanh sangat ingin menangis, namun ia tahu bahwa gangguan emosi memakan terlalu banyak waktu dan energi, ia tidak punya waktu luang. Namun, Thanh tidak bisa berhenti memikirkan pasiennya yang adalah seorang pria berusia 40 tahun-an.

Pria ini mengatakan kepada Thanh bahwa ia tidak bisa mati seperti ini, ia baru saja bertunangan dan ia memiliki bayi berusia 6 bulan. Thanh berusaha bersikap positif, namun itu tidak menghentikannya dari kematian yang datang 2 minggu kemudian, setelah perawatan maksimal penuh keputusasaan.

Thanh tidak akan pernah lupa bagaimana ia berusaha menghibur pasien yang mengetahui istri dan ibunya sama-sama meninggal karena COVID-19, saat ia dirawat di rumah sakit di unitnya. Saat Thanh harus memasangkan ventilator padanya beberapa hari kemduian, Thanh menyarankan pasien tersebut melakukan FaceTime dengan anak-anaknya selagi ia masih bisa melakukannya.

Pada akhirnya, ia tidak selamat, anak-anaknya kehilangan ayah, ibu, dan nenek mereka hanya dalam beberapa minggu. Thanh juga tidak pernah lupa bagaimana ia memfasilitasi panggilan telepon antara suami-istri yang telah bersama sejak remaja, di mana sang suami akhirnya tidak terselamatkan.

Pandemi COVID-19 bukan hanya tentang diri sendiri, namun juga orang-orang di sekitar kita

Ilustrasi koma/Thanh Neville adalah seorang dokter ICU, berikut ini adalah berbagai kisah haru dan pilu dari pasiennya yang tak berhasil selamat dari COVID-19.. Sumber foto: unsplash.com/Daan Stevens.
Ilustrasi koma/Thanh Neville adalah seorang dokter ICU, berikut ini adalah berbagai kisah haru dan pilu dari pasiennya yang tak berhasil selamat dari COVID-19.. Sumber foto: unsplash.com/Daan Stevens.

Ada juga seorang ayah dan anak perempuan yang sama-sama mengalami gagal napas karena COVID-19. Mereka adalah keluarga yang terdiri dari 5 orang dewasa yang tinggal di sebuah apartemen dengan 1 kamar tidur, sehingga Thanh merasa malu untuk menanyakan tentang jarak sosial.

Thanh meminta agar mereka ditempatkan di kamar yang bersebelahan, agar anak perempuannya dapat melihat sang ayah yang sekarat untuk terakhir kalinya. Kisah-kisah ini dan masih banyak lagi telah memberi Thanh semacam pemahaman, bahwa manusia tidak hanya berusaha untuk hidup, namun juga menghadapi penderitaan yang menyertainya.

Kematian bukan kejadian tidak biasa di ICU, namun kematian karena COVID-19 terasa berbeda, seringkali terasa tidak adil menurut Thanh. Virus ini berdampak paling buruk pada yang paling rentan, mereka yang tidak dapat bekerja dari rumah, yang tidak dapat menerapkan jarak sosial, atau yang memiliki kondisi medis kronis.

Semua orang perlu berhenti mengabaikan realitas dan menganggap pandemi ini dengan serius untuk melindungi tidak hanya diri sendiri, namun juga orang-orang di sekitar kita. Jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan ya, Sahabat FIMELA!

#Elevate Women