Dokter Jelaskan Fenomena Nakes Pusing Usai Divaksin

Fikri Halim, Muhammad AR (Bogor)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Bidang Medik RSUD Kota Bogor dokter Sari Chandrawati menjelaskan gejala pusing-pusing yang dialami salah seorang tenaga kesehatan pasca divaksinasi. Kondisi itu disebut sebagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Pada setiap orang mempunyai efek yang berbeda.

“Sebetulnya ketika sebuah vaksin itu sudah di-launching, sudah boleh diberikan, efek sampingnya sangatlah kecil. Tetapi tidak menutup kemungkinan orang-orang tertentu yang mungkin memiliki sedikit reaksi yang berbeda,” kata Sari.

Ia menyatakan, prosedur bila terjadi KIPI pun berjalan dengan baik di RSUD sehingga risiko lainnya diminimalisir. “Kita sudah mempunyai satu tempat untuk melakukan stabilisasi. Sehingga apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, emergency kit kita sudah tersedia, oksigen sudah ada, kemudian cairan-cairan juga sudah ada. Dan kita juga sudah sediakan apabila kita sudah stabilkan dan perlu penanganan lebih lanjut, kita cepat mengevakuasi pasien ke IGD terdekat,” jelasnya.

Baca juga: Seorang Apoteker di Bogor Alami Pusing-pusing Usai Divaksin

Sari menjelaskan, masalah nakes yang pusing saat disuntik vaksin sudah ditangani.

“Yang satu orang tadi keluhannya hanya pusing. Dan sudah diobservasi. Kita berharap dengan penanganan yang cepat dan tepat, itu tidak berlanjut,” jelasnya.

Di RSUD Kota Bogor tercatat ada 1.032 SDM. 600 orang diantaranya adalah tenaga kesehatan. Pelaksanaan vaksinasi di RSUD itu dijadwalkan dalam seminggu ada 3 kali yaitu pada Selasa, Rabu dan Kamis.

“Setiap kali melaksanakan kuotanya ada 40 vaksin yang terbagi dalam dua sesi, yakni pagi dan siang. Pemerintah sudah menyediakan, kita harus menyambut baik dan cepat melakukan registrasi ulang agar Nakes yang menjadi sasaran utama bisa menerima vaksin tersebut,” ujar Sari.

Sari juga menjamin pelaksanaan vaksinasi tidak mengganggu layanan yang ada. Ada dua tim yang melakukan vaksinasi.

“Tim A bekerja hari ini, besok Tim B dan seterusnya bergantian. Sehingga pelaksanaan vaksinasi ini yang kita laksanakan dari jam 08.000 -12.00 WIB ini kita pastikan tidak mengganggu pelayanan-pelayanan yang lain,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu peserta vaksinasi, yakni Perawat Pasien COVID-19 di RSUD Kota Bogor, Amrisal Sisliandy mengungkapkan harapannya usai divaksin. Dia berharap vaksin ini bisa membantu memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Alhamdulillah tadi sudah divaksin. Lancar. Tidak terasa apa-apa. Bahkan pas disuntik pun tidak sakit, tidak seperti disuntik sebelum-sebelumnya. Semoga vaksin bisa memudahkan penanganan Covid-19, karena akhir-akhir ini ruangan sudah penuh,” kata Amrisal.