Dokter Jepang yang membantu orang Afghanistan selama beberapa dasawarsa termasuk di antara enam orang yang tewas dalam serangan

Kabul (AFP) - Seorang dokter Jepang yang karir lamanya didedikasikan untuk membantu sebagian orang paling miskin di Afghanistan termasuk di antara enam orang yang tewas pada Rabu (4/12), dalam satu serangan di bagian timur negeri itu, kata beberapa pejabat.

Serangan bersenjata tersebut di Kota Jalalabad, Ibu Kota Provinsi Nangarhar, adalah peristiwa mematikan kedua yang melibatkan pekerja bantuan dalam beberapa hari belakangan ini dan mendorong reaksi ngeri di Afghanistan dan dunia internasional.

Tetsu Nakamura (73) adalah Kepala Dinas Medis Perdamaian Jepang --yang dikenal sebagai Kai Peshawar di Jepang-- dan telah bekerja di wilayah itu sejak 1980-an, ketika ia mulai merawat pasien lepra di Peshawar di negara tetangga Afghanistan, Pakistan.

Seorang juru bicara buat Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyebut Nakamura "seorang teman paling dekat Afghanistan".

Ia "mendedikasikan hidupnya untuk membantu dan bekerjasama dengan rakyat kami", kata Juru Bicara Sediq Seddiqi.

Attaullah Khogyani, Juru Bicara buat gubernur Nangarhar, mengatakan Nakamura --yang telah ditembak di dada-- sedang dalam proses pemindahan ke satu rumah sakit di Bagram di dekat Kabul ketika ia meninggal.

Lima orang Afghanistan juga tewas: tiga penjaga keamanan Nakamura, seorang pengemudi dan seorang rekannya, kata Khogyani.

Serangan itu dilancarkan saat kelompok kemanusiaan berada dalam siaga tinggi cuma beberapa hari setelah seorang pekerja bantuan buat PBB tewas dalam satu pemboman di Kabul.

Pada 24 November, Anil Raj, warga negara Amerika yang bekerja buat Program Pembangunan PBB di Afghanistan, tewas ketika kendaraannya menjadi sasaran.

Di dalam satu pernyataan yang mengutuk serangan pada Rabu, Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) menyampaikan "rasa jijik" atas pembunuhan Nakamura.

Itu adalah "perbuatan kekerasan tanpa perasaan terhadap seseorang yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk membantu" orang Afghanistan yang paling rentan, kata UNAMA.

Mitsuji Fukumoto, seorang pejabat di organisasi Nakamura, mengatakan kepada wartawan di Tokyo motif serangan itu tidak jelas.

"Kami tidak mengetahui apa alasan di balik serangan tersebut, apakah itu cuma perampokan atau apakah itu adalah konflik kepentingan," kata Fukumoto.

Nakamuran terkenal di Jepang karena pekerjaan bantuannya, yang berasal beberapa dasawarsa lalu.

Peshawar-Kai didirikan oleh rekan-rekan Nakamura, yang telah tinggal dan bekerja di Afghanistan dan Pakistan sejak 1984.

Pada 2003, Nakamura; warga asli Kota Fukuoka di bagian barat-daya Jepang, meraih Ramon Magsaysay Award dari Filipina dan satu penghargaan internasional --yang sering kali dinamakan Hadiah Nobel Asia.

Nakamura, yang tertarik pada pakaian olah raga Pashtun, adalah penentang kuat perang pimpinan AS 2001, yang menggulingkan rejim Taliban, yang ia bela sebagai administratur yang mampu.

"Saya tidak mau dibodohi oleh penilaian bahwa kerusuhan perlu demi demokrasi dan modernisasi," ia menulis di dalam satu unggahan lama di jejaringnya.

"Kebahagiaan sejati buat umat manusia mesti diwujudkan tidak melalui kekerasan atau uang, tapi dengan cara manusiawi."

Nakamura juga menggambarkan bermacam proyek organisasinya untuk membantau rakyat Afghanistan, termasuk pembangunan sumur dan saluran pengairan, serta layanan kesehatan.

Warga Jalalabad, Auzubillah --yang hanya menyebutkan satu kata-- mengatakan kepada AFP ia mendengar suara tembakan sekitar pukul 08.00 waktu setempat (10.30 WIB).

"Saya melihat ada beberapa pria bersenjata yang menyerang satu orang Jepang dan pengawalnya," katanya. "Lalu orang-orang bersenjata itu meninggalkan daerah ini melalui satu jalan kecil."

Beberapa gambar dari lokasi memperlihatkan satu truk bak terbuka warna putih dengan bak besar. Bagian jendelanya kelihatannya bekas terkena tembakan, dan tiga lubang peluru terlihat di kaca depannya.

Taliban membantah bertanggung-jawab atas serangan itu, dan mengatakan mereka memiliki "hubungan yang bagus" dengan organisasi yang "memberi sumbangan buat pembangunan kembali Afghanistan".

Nangarhar pernah menjadi pusat kegiatan buat kelompok yang berafiliasi IS di Afghanistan.

Pemerintah belum lama ini mengklaim kaum mujahidin telah dikalahkan di wilayah tersebut --tapi jaringan kecil diduga masih ada.

Berbagai lembaga bantuan dan kelompok non-pemerintah kadangkala menjadi sasaran dalam perang di Afghanistan.

Taliban pada Mei menyerang Counterpart International, satu kelompok nir-laba yang didanai AS yang bekerjasama dengan rakyat yang tersingkirkan.