Dokter Kandungan di Balikpapan DPO Malpraktek di Manado

TRIBUNNEWS.COM BALIKPAPAN, -  Kabar mengagetkan seputar tenaga kesehatan kembali terungkap. Salah satu dokter spesialis kandungan dan sudah berpraktek di dua rumah sakit di Balikpapan, diamankan jajaran Kejaksaan Negeri Manado dan Kejaksaan Negeri Balikpapan. DAS (38) dijemput di salah satu rumah sakit swasta, tempatnya praktek , Jumat (8/11/2013).

DAS rupanya telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) tim Kejati Sulawesi Utara, sejak 2012 lalu. Sejak terbitnya putusan Mahkamah Agung (MA) RI atas kasus malpraktek yang mengakibatkan seorang pasien meninggal.

Putusan nomor 365.K/pid/2012 isinya memutuskan pidana  10 bulan kurungan pada DAS.  Atas kasus perbuatan yg karena kealpaannya menyebabkan matinya orang lain sebagaimana diatur dalam pasal 359 KUHP.

Penjemputan oleh pihak kejaksaan untuk sebagai pelaksanaan eksekusi putusan MA RI. “Kami di Kejari Balikpapan hanya ketempatan saja. Kebetulan, terpidana berdomisili di Kota Balikpapan dan berpraktek sebagai dokter spesialis kandungan sejak 2011 lalu. Terpidana yang akan dieksekusi tetapi tidak diketahui keberadaannya pasti disebarluaskan di lingkup kejaksaan maupun kepolisian. Kebetulan, dari Kejari Balikpapan ada yang mengetahui keberadaan DAS. Kemudian dilakukan koordinasi dan penjemputan oleh tim dari Kejari Manado hari ini,” ungkap Kepala Kejari Balikpapan, YG Lakburlawal SH.

Baca Juga:

Dokter Kandungan di Balikpapan DPO Malpraktek di Manado

Brankas Misterius Pejabat Bea Cukai Diangkut ke Bareskrim

Komandan Paspampres: Presiden SBY Pernah Minta Tak Perlu Ada Penutupan Jalan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.