Dokter: Masyarakat menggerakkan skrining deteksi dini kanker paru

Dokter spesialis paru dr. Mariska Pangaribuan Sp. P mengatakan masyarakat harus mulai menggerakkan skrining dan deteksi dini untuk kanker paru agar jika ditemukan potensi kanker masih dalam tahap stadium awal dan angka kesembuhannya jadi lebih tinggi.

"Memang kita harus mulai menggerakkan skrining dan deteksi dini untuk kanker paru dengan harapan apabila kanker paru itu ditemukan dalam stadium yang lebih awal hasilnya itu kuratif, artinya kita memikirkan kesembuhan untuk pasien," ucap Mariska dalam diskusi secara daring mengenai waspada kanker paru yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.

Mariska mengatakan angka kematian akibat kanker paru di Indonesia masuk dalam tiga besar tertinggi, dan yang terbanyak mengalaminya adalah pasien laki-laki. Sehingga kanker paru perlu ditangani dengan baik agar ke depan angka kematian tidak lagi menjadi yang tertinggi.

Kanker paru dibedakan menjadi dua tingkatan yaitu stadium awal dari 1A sampai 3A dan stadium lanjut yaitu 3B sampai stadium empat. Jika sudah sampai pada stadium 4 ke atas maka bisa dikatakan kanker sudah menyebar ke organ lain atau disebut metastasis.

Baca juga: Dokter: Waspadai gejala kanker paru seperti batuk kronis

Baca juga: YKI: Gejala kanker paru kerap tidak nampak pada stadium awal

"Kalau stadium awal kita masih bisa melakukan tindakan operatif, bisa diikuti atau tanpa diikuti dengan kemoterapi dengan harapan kesembuhan yang lebih bagus," ucapnya.

Untuk kanker paru angka ketahanan hidup atau survival dari pasien akan tidak terlalu bagus jika pasien ditemukan sudah dalam stadium 3B atau 4 sampai 4B.

Dokter dari RS Kanker Dharmais ini mengatakan jika pasien masih dalam stadium 1A atau 1B maka angka ketahanan hidupnya dalam lima tahun pertama sekitar 80 persen. Namun jika sudah turun ke stadium dua angka ketahanan hidup sudah mulai menurun menjadi 40 persen dalam lima tahun pertama.

Angka ketahanan hidup akan terus turun jika pasien sudah mencapai stadium tiga dan empat yang hanya akan menyisakan harapan hidup dibawah 10 persen.

"Artinya kita tidak lagi berbicara 10 tahun survival untuk stadium tiga dan stadium empat, kita majukan ke dua tahun survival itu masih bisa bertahan, kalau stadium 3B sekitar 30 persen kalau stadium empat itu mungkin sekitar 10 sampai 15 persen," ucap Mariska.

Lebih lanjut ia mengatakan kanker paru tidak memberikan tanda-tanda yang bisa dirasakan di awal. Apabila kanker masih terbilang kecil, seringkali pasien tidak merasakan keluhan yang timbul karena paru yang lainnya masih bisa menyediakan oksigen yang cukup untuk beraktivitas fisik.

Karena keluhan yang tidak bisa dirasakan itu, pasien sering kali datang ke dokter dengan kondisi yang tiba-tiba sudah stroke. Setelah dilakukan MRI baru terlihat ada benjolan kecil yang sebenarnya sudah merupakan metastasis atau kanker yang sudah menyebar.

"Maka penting sekali ketemu pasien di stadium awal karena kita itu melakukan terapinya akan sangat baik sehingga hasil yang kita lahirkan bahwa ini bisa sembuh dan ketahanan hidupnya bisa bertahan cukup lama," ucapnya.

Mariska mengatakan beberapa gejala yang bisa diamati sebagai deteksi dini kanker paru adalah ada batuk yang terus menerus bahkan bisa sampai berdarah, sesak nafas mulai ringan sampai berat, suara serak karena kanker paru bisa menyebabkan penekanan pada pita suara.

Gejala lain yaitu berat badan turun, lemas, kehilangan selera makan, sakit kepala dan nyeri tulang. Serta menghindari faktor risiko yang dapat dicegah seperti merokok dan riwayat pekerjaan dengan paparan hirupan gas berbahaya.

Baca juga: Dokter peringatkan sejumlah faktor risiko penyebab kanker paru

Baca juga: Vape juga berisiko sebabkan kanker paru