Dokter: Penggunaan Ivermectin untuk COVID-19 Harus Pakai Resep, Pasien Wajib Diedukasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Ivermectin menjadi salah satu obat yang disebut-sebut memiliki manfaat yang potensial dan aman untuk pasien COVID-19.

Terkait hal ini, Budhi Antariksa, dokter spesialis paru mengatakan bahwa meski aman, pasien COVID-19 tetap harus mendapatkan pengawasan dan edukasi, apabila menggunakan Ivermectin.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Jakarta ini mengatakan, keinginan untuk mendapatkan obat-obatan yang dirasa dapat menanggulangi COVID-19 saat ini sangatlah besar.

"Sehingga apabila tidak diedukasi dengan baik, takutnya nanti disalah gunakan atau dosisnya tidak baik," kata Budhi dalam konferensi pers virtual pada Senin (28/6/2021).

"Rentang keamanannya memang baik sekali atau aman sekali. Akan tetapi, tentunya tetap harus mendapat pengawasan dari dokter," ujarnya.

Budhi pun mengatakan, edukasi dibutuhkan dari para dokter mengenai penggunaan Ivermectin bagi pasien COVID-19.

"Dan juga harusnya memakai resep dokter dan harus mendapat edukasi terlebih dahulu dari dokter. Sehingga pasien pun lebih yakin dengan konsumsi Ivermectin ini," kata Budhi.

Manfaat Ivermectin Dinilai Luar Biasa

Konferensi pers daring Kisah Sukses Ivermectin di Berbagai Negara Sebagai Obat Pencegahan dan Terapi Melawan COVID-19
Konferensi pers daring Kisah Sukses Ivermectin di Berbagai Negara Sebagai Obat Pencegahan dan Terapi Melawan COVID-19

Di acara yang sama, Pierre Kory, Chief Medical Officer Front Line COVID-19 Critical Care (FLCCC) Alliance mengatakan, dari sisi kuantitatif maupun kualitatif kemanjuran Ivermectin sebagai obat melawan COVID-19 sangat luar biasa.

"Kami sudah memiliki data yang sangat banyak," kata Kory. "Sudah tidak bisa lagi menyangkal dan beralasan untuk menunggu penelitian-penelitian dari negara berpenghasilan tinggi."

Menurut FLCCC, Ivermectin telah digunakan di 33 negara untuk menangani COVID-19, melalui 60 uji klinis, melibatkan lebih ari 549 ilmuwan, serta 18.931 pasien dari berbagai negara.

Mereka mengklaim, sebagai obat pencegahan atau profilaksis, Ivermectin efektif melawan COVID-19 rata-rata sebesar 85 persen, sebagai pengobatan dini 76 persen, dan mampu mengurangi tingkat kematian sebesar 70 persen.

FLCCC Alliance pun mengimbau agar pemerintah Indonesia untuk dapat segera menggunakan Ivermectin untuk menyelamatkan masyarakatnya dari COVID-19.

BPOM Izinkan Uji Klinis Ivermectin untuk COVID-19

Obat  Ivermectin. Instagram @erickthohir
Obat Ivermectin. Instagram @erickthohir

World Health Organization (WHO) sendiri sejauh ini menyatakan bahwa bukti Ivermectin untuk mengobati pasien COVID-19 belum bisa disimpulkan.

"Sampai lebih banyak data tersedia, WHO merekomendasikan bahwa obat tersebut hanya digunakan dalam uji klinis," kata mereka.

Hari ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) menyetujui uji klinik Ivermectin untuk obat COVID-19.

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito menyampaikan, penyerahan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) sebagai tanda uji klinik Ivermectin dapat segera dimulai.

"Dengan penyerahan PPUK ini, uji klinik akan segera dilakukan. BPOM sudah mengeluarkan izin edar Ivermectin untuk obat cacing. Ivermectin termasuk obat keras," kata Penny pada Senin, 28 Juni 2021.

"Namun, data epidemiologi dan global, Ivermectin digunakan dalam penanganan COVID-19. WHO juga merekomendasikan Ivermcetin dapat digunakan dalam uji klinik," Penny melanjutkan.

Infografis Pedoman Isolasi Mandiri Pasien Tanpa Gejala Covid-19

Infografis Pedoman Isolasi Mandiri Pasien Tanpa Gejala Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Pedoman Isolasi Mandiri Pasien Tanpa Gejala Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel