Dokter: Pengobatan bipolar melalui pemberian obat dan psikoterapi

Spesialis kedokteran jiwa RS Sari Asih Ciputat Tangerang Selatan, dr. Azizah Az Zahra mengatakan pengobatan untuk penderita bipolar dapat dilakukan dengan pemberian obat dan psikoterapi untuk membantu pasien memahami diri sendiri.

“Pengobatan dilakukan dengan pemberian obat untuk menstabilkan hormon dan psikoedukasi untuk mendeteksi pemicu munculnya gangguan bipolar sehingga bisa dialihkan kepada hal-hal yang positif,” kata dr. Azizah Az Zahra di Tangerang Selasa dalam keterangannya.

Selain itu, melalui psikoterapi untuk membantu pasien memahami diri-sendiri termasuk nilai dan tujuan hidup serta mengembangkan potensi positif yang dimiliki, resiliensi emosi agar dapat meningkatkan hubungan pribadi pasien, katanya.

Ia menambahkan diagnosa bipolar bisa dilakukan dengan beberapa tes baik langsung maupun daring (online). Beberapa layanan kesehatan perlu melakukan diagnosa mendalam kepada penderita dengan melakukan beberapa upaya seperti pemberian obat dan vitamin serta psikoterapi.

Dijelaskannya bipolar bukan merupakan sebuah penyakit namun gangguan yang terjadi pada diri manusia terkait perasaan, pemikiran dan tindakannya.

Baca juga: Studi klaim polusi udara dapat sebabkan bipolar dan depresi

Baca juga: Menggambar bisa jadi terapi kala depresi

“Orang dengan gangguan biopolar bisa merasakan energi yang berlebih, penuh semangat meski tidur hanya beberapa jam saja, banyak bicara dan penuh ide-ide. Bisa juga tiba-tiba mengalami emosi yang meledak-ledak tidak terkendali dan merasa bersalah serta meminta maaf. Sulit fokus dan perhatiannya mudah teralihkan, serta sulit bersosialisasi dan menjalin hubungan,” katanya.

Bipolar disorder merupakan salah satu jenis gangguan yang berhubungan dengan perubahan suasana hati mulai dari titik terendah atau depresif hingga titik tertinggi atau manik.

Ia mengatakan, orang yang sudah merasakan gejala tersebut maka masuk dalam bentuk bipolar tipe satu yang perlu segera ditangani.

Pasalnya, bipolar tipe satu sudah terjadi episode manik atau campuran yang diikuti oleh episode depresi major. Karena nantinya akan ada gangguan perasaannya yang sangat mengganggu sehingga tidak dapat menjalankan fungsi peran dan aktivitas sehari-hari.

“Manik itu, disebut adanya peningkatan suasana perasaan, seperti bahagia dan semangat sekali atau bisa mudah marah atau tersinggung disertai adanya gejala yang menetap seperti merasa diri hebat, kurang butuh tidur, terlalu banyak bicara, banyak ide-ide baru yang muncul dipikirannya, perhatian yang mudah teralihkan,” katanya.


Baca juga: Bantu penderita gangguan jiwa, mulai dari pelukan

Baca juga: Bipolar bukan perasaan senang dan sedih biasa

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel