Dokter sarankan orang tua periksakan mata anak sejak dini

Dokter spesialis mata dr. Ratu Windi Meidiana, M.Ked (Oph), SpM menyarankan agar orang tua memeriksakan kesehatan mata anak-anak sejak dini.

Dia mengatakan, hal itu dilakukan guna mencegah terjadinya kerusakan mata akibat paparan layar gawai mengingat tingginya intensitas interaksi anak-anak saat ini dengan gawai.

"Makanya, penting untuk pengecekan mata sedini mungkin untuk mencegah terjadinya kerusakan mata, seperti myopia tinggi. Selain itu, orang tua dapat mengontrol agar anak tetap memiliki penglihatan sehat dan terhindar dari kelainan refraksi mata," kata dr. Ratu dalam siaran pers Kasoem Vision Care pada Senin.

Baca juga: Ciri-ciri anak butuh bantuan kacamata

Ia berharap penambahan fasilitas pemeriksaan mata, semakin meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mata. Khususnya, orang tua dengan anak-anak yang tak lepas dari layar gawai.

Kasoem Vision Care kini membuka cabang di Mall of Serang, Banten.

Deputy Chief Executive Officer Kasoem Group Trista Mutia Kasoem mengatakan Kasoem Vision Care cabang di Mall of Serang memiliki perbedaan utama dengan optik lain terletak pada fokus pemeriksaan.

"Jika, optik lain fokus pada pemeriksaan tajam penglihatan, Kasoem Vision Care yang sudah berdiri selama 80 tahun memberikan pelayanan lebih dari itu," ucap Trista.

Adapun pemeriksaan yang tersedia berupa pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, binokuler, strabismus (mata juling), pemeriksaan buta warna, dan screening low vision serta pemeriksaan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP).

"Diagnosis hasil pemeriksaan menjadi rujukan tim Kasoem Vision Care memberikan perawatan mata kepada pelanggan. Apakah perlu memakai kacamata dengan lensa biasa, lensa khusus atau pengobatan lain," ujarnya.

Layanan pemeriksaan tersebut berlaku bagi anak-anak, dewasa hingga orang tua lanjut usia (lansia). Dengan fasilitas pemeriksaan penglihatan yang lengkap, ia berharap ada peningkatan kualitas hidup masyarakat di sana. Mengingat, mata adalah jendela dunia.

Baca juga: Tiga dokter FK UB edukasi kesehatan mata lewat komik

Baca juga: Pandemi COVID-19 berdampak negatif pada kesehatan mata anak-anak

Baca juga: Atasi mata minus tanpa lasik untuk anak, mungkinkah?