Dokter sarankan orangtua lengkapi imunisasi polio suntik pada balita

Dokter spesialis anak dr. Muhammad Rizki Sp.A menyarankan orangtua yang memiliki balita untuk melengkapi imunisasi polio secara injeksi atau suntik untuk mencegah virus polio pada balita.

"Diharapkan yang punya balita yang belum dapat polio vaksin diharapkan untuk imunisasi polio yang suntikan," ucapnya dalam diskusi mengenai imunisasi pada bayi yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan berdasarkan rekomendasi terbaru dari pemerintah diharapkan semua anak sudah mendapatkan vaksin polio injeksi atau IPV.

Berbeda dengan imunisasi polio secara oral atau tetes, imunisasi polio dengan suntikan mempunyai tiga tipe polio yang dilemahkan, dibandingkan dengan oral yang hanya memiliki dua tipe polio. Sehingga dengan imunisasi injeksi, kekebalan tubuh terhadap virus polio bisa lebih meningkat.

Selain polio, Rizki juga mengatakan pemerintah saat ini juga tengah menggencarkan vaksin PCV untuk meningkatkan imunitas terhadap virus penyebab pneumonia, yang saat ini sudah masuk dalam daftar imunisasi wajib.

Namun, masih belum semua daerah memiliki vaksin pneumonia yang tersedia di puskesmas maupun fasilitas kesehatan primer.

"Imunisasi PCV atau pneumonia di Puskesmas di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat sudah ada, jadi PCV itu imunisasi untuk mencegah penyakit pneumonia yaitu infeksi peradangan paru," ucapnya.

Vaksin ini dinilainya penting untuk dipenuhi karena pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada balita, dan diharapkan orangtua tidak menunda memberikan vaksin PCV pada balitanya.

Imunisasi adalah suatu upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.


Pada saat lahir, bayi akan mendapatkan vaksin suntik BCG untuk mencegah virus TBC, hepatitis B, polio, difteri dan campak. Dengan imunisasi diharapkan jika saat dewasa anak terkena penyakit tersebut tidak menjadi parah.

"Dengan imunisasi imun tubuh akan lebih siap dan lebih matang. Anak-anak yang diimunisasi pasti respon tubuhnya akan berbeda dengan anak-anak yang tidak diimunisasi," ucap Rizki.
Baca juga: Menkes sebut orang tua tolak imunisasi karena belum tahu bahaya polio

Baca juga: Kemenkes: Ubah perilaku BABS lindungi anak dari polio
Baca juga: Kemenkes: Imunisasi Polio fokus di wilayah minim peserta