Dokter Singapura Berikan Pernyataan terkait Kasus Pemerkosaan India

New Delhi (AFP/ANTARA) – Seorang dokter asal Singapura yang melakukan pemeriksaan post-mortem terkait korban pemerkosaan geng India memberikan pernyataan melalui video pada Senin dalam persidangan lima pria yang dituduh membunuhnya, ujar seorang pengacara pembela.


Mahasiswi berusia 23 tahun yang diperkosa dan diserang dengan sebuah batang besi pada Desember tewas akibat luka parah di bagian internal setelah pemerintah India membawanya ke rumah sakit ternama Singapura dalam upaya terakhir untuk menyelamatkan hidupnya.


“Dokter yang melakukan post-mortem mengenai wanita tersebut di rumah sakit Singapura akan lengser sebelum sidang hakim pengadilan,” ujar pengacara V.K. Anand kepada AFP.


Dia mengatakan dua dokter lainnya dari Mount Elizabeth Hospital juga akan memberikan kesaksian dalam sidang yang dilakukan secara tertutup di pengadilan “jalur cepat” New Delhi yang dilakukan untuk menyidangkan kasus tersebut.


Pernyataan post-mortem dalam sidang pembunuhan tersebut adalah tindakan penting untuk mengetahui penyebab kematiannya, serta membantu menentukan apakah kematian tersebut akibat tindakan disengaja atau tidak, ujar pengacara.


Mahasiswi psikoterapi itu diserang di sebuah bus di New Delhi ketika pulang dari menonton film di mall, dalam sebuah penyerangan brutal yang memicu kemarahan serta unjuk rasa di negara itu.


Lima pria tersebut disidang atas dugaan pembunuhan, pemerkosaan dan perampokan serta tuduhan lainnya, sementara tersangka keenam, yang merupakan seorang remaja, disidangkan secara terpisah.


Meskipun ketertarikan publik sangat besar dalam kasus ini, hakim melarang pelaporan proses persidangan.


Meski pelecehan seksual merupakan hal yang biasa di India dan perkosaan geng jauh dari langka, kasus ini telah menyentuh saraf di negara itu, yang menyebabkan banyak kritik terhadap polisi dan sikap terhadap perempuan dalam masyarakat India.(dh/ml)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.