Dokter: Sistem kekebalan tubuh penderita AIDS mudah terserang infeksi

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS. Sari Asih Ciledug Kota Tangerang dr Astri Handayani mengatakan orang yang terjangkit AIDS memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk sehingga mereka mudah terserang infeksi oportunistik seperti diare kronik, pneumonia atau TB Paru dan toksoplasmosis otak.

"Jika seseorang dengan kekebalan tubuh yang baik tidak akan terlalu berpengaruh oleh gejala-gejala AIDS, dikarenakan virus HIV membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menginfeksi tubuh seseorang," kata dr Astri Handayani di Tangerang, Kamis, dalam keterangannya.

Ia menuturkan AIDS bisa menimbulkan beberapa gejala yang sistemik, menjalar keseluruh tubuh seperti demam, berkeringat di malam hari, kelenjar membengkak, merasa kedinginan, batuk, diare, mual dan muntah masalah kulit dan mulut disebabkan infeksi jamur, merasa lemah dan jangka panjang terjadi penurunan berat badan yang ekstrim.

Kasus HIV AIDS paling sering terjadi pada heteroseksual, diikuti homoseksual, pengguna NAPZA dan pekerja seksual. Sejumlah faktor penyebab penularan virus HIV ialah adanya kontak cairan secara seksual baik seperti biasa maupun anal , berhubungan seksual dengan berganti ganti pasangan dan tanpa menggunakan pengaman.

Baca juga: Penderita HIV/AIDS di Surabaya dodiminasi kelompok usia pekerja

Baca juga: KPAD: Kasus HIV AIDS di NTT bertambah 285 kasus

Kontaminasi melalui darah turut beresiko menginfeksi orang lain, terutama melalui jalur jarum suntik pada pengguna narkotika, yang digunakan secara bersama sama, penerima transfusi darah ataupun produk darah.

Meskipun jarang, HIV juga dapat ditularkan ibu ke anak selama masa kehamilan, melahirkan dan menyusui. Melahirkan dengan cara cesar bisa meminimalisasi paparan virus dibanding secara normal.

“Tiga jalur tersebut merupakan yang utama dari penyebaran virus HIV. Tidak menular melalui udara, airmata, air liur, keringat, gigitan nyamuk atau sentuhan fisik.Sehingga penderita AIDS tidak perlu terlalu mendapat perlakuan sentimen sosial yang berlebihan,” katanya.*

Baca juga: Ratusan warga Sumsel positif HIV/AIDS

Baca juga: Jabar gunakan skema ABCDE atasi HIV/AIDS