Dokter Tak Anjurkan Kondisi Ini untuk Puasa Ramadhan

Adinda Permatasari, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ibadah puasa tentu menjadi hal yang dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia. Namun, ada beberapa kondisi yang tak dianjurkan berpuasa oleh dokter, untuk mencegah bahaya yang mengintai.

Dijelaskan pakar kesehatan sekaligus Dekan FKUI, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, kondisi penyakit akut sebaiknya tak ikut berpuasa. Misal, mual-mual hingga muntah serta diare dan demam.

"Nanti kalau puasa jadi dehidrasi," tuturnya dalam acara Hidup Sehat tvOne, baru-baru ini.

Selain itu, pasien-pasien yang sedang melakukan rawat jalan karena muntah darah, pasien kanker yang melaksanakan perawatan kemotherapi, hingga pasien gagal ginjal kronik.

"Artinya kondisi di mana itu lagi sakit. Secara fisik itu lagi sakit," jelas Prof. Ari.

Sementara itu, pada ibu hami trimester pertama yang masih mengalami mual-muntah juga sebaiknya tak berpuasa. Serta pada ibu menyusui, tak disarankan berpuasa apabila masih ASI Eksklusif lantaran bayi masih mendapat asupan utama dari ASI saja.

Untuk lansia, Prof. Ari menuturkan, tergantung kondisi tiap orang. Apabila lansia tengah mengalami kondisi akut seperti yang disebutkan di atas tadi, puasa boleh ditunda dulu. Selain itu, pada lansia penderita hipertensi dan diabetes, perlu melakukan pemeriksaan agar mengetahui kondisinya.

"Buat orang yang nggak biasa puasa sunnah, akan berat adaptasi puasa Rramadhan. Maka paling penting, semua mesti terkontrol," tutur Prof. Ari.

Lebih dalam, lansia juga perlu menyimpan obat-obatan yang khusus mengontrol kondisinya sehingga mampu berpuasa dengan nyaman. Dengan begitu, puasa akan memberikan manfaat yang baik bagi tubuh.