Dokter Temukan Cacing Hati pada Hewan Kurban di Palembang

Merdeka.com - Merdeka.com - Proses penyembelihan hewan kurban di Palembang tidak higienis. Kondisi itu ditemukan saat penyembelihan hewan kurban di salah satu rumah potong di Palembang, Sabtu (9/7).

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PHDI) Sumsel Jafrizal mengungkapkan, tidak higienis yang dimaksud adalah saluran untuk pembuangan darah dari hewan kurban yang disembelih tidak tersedia.

Padahal, darah tersebut menjadi sumber penyakit jika dibiarkan membeku dan memenuhi lokasi penyembelihan. Mestinya darah tersebut langsung dialirkan ke saluran, bukan masuk ke selokan pemukiman.

"Dari pantauan kami tadi, ditemukan proses penyembelihan tidak higienis, tidak sesuai pola yang benar," ungkap Jafrizal.

Kemudian, pihaknya menemukan hewan kurban memiliki sejumlah penyakit yang diketahui dari ciri-ciri fisik organ dalam. Semisal cacing hati, pneumonia, dan tiger heart yang merupakan turunan dari sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku.

Berbahaya bagi Penerima Hewan Kurban

Dia mengakui penyakit-penyakit itu bisa berbahaya dan menulari manusia jika tidak diolah dengan benar, yakni direbus selama 30 menit dengan suhu minimal 70 derajat celsius. Penemuan penyakit itu lantaran pedagang dan pembeli tidak mengerti ciri fisik hewan kurban yang belum memenuhi syarat.

"Yang dipilih cuma badannya besar, tapi tidak diteliti dengan benar, giginya sudah ganti atau belum, itu mesti dipahami. Karena ciri-ciri fisik itu menunjukkan terpenuhinya syarat minimal umur dua tahun," ujarnya.

Sejauh ini, hewan kurban di Palembang berasal dari Bali dan Nusa Tenggara. Permintaan cukup tinggi dan terus berlangsung selama Iduladha.

"Hewan-hewan kurban yang masuk diawasi secara ketat, multivitamin diberikan agar tetap sehat," kata dia.

Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Sumsel Ruzuan Effendi mengatakan, penjualan hewan kurban di provinsi itu naik 10 persen dari tahun sebelumnya. Penyembelihan dilakukan di rumah potong, tempat ibadah, dan tempat terbuka lain.

"Kami lakukan pengawasan agar jangan sampai mencemari lingkungan. Kami akan keliling untuk memastikannya," terang Ruzuan. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel