Dokter Tidak Anjurkan Masker Berkatup untuk Cegah Penularan COVID-19

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Masker berkatup menjadi salah satu jenis masker yang digunakan masyarakat Indonesia dalam pencegahan COVID-19. Namun nyatanya, dokter umum dai Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Adam Prabata membantah hal tersebut.

Dikutip dari Instagram pribadinya, Adam Prabata tidak menganjurkan untuk menggunakan masker berkatup atau berventilasi untuk mencegah paparan COVID-19. Ia menyebut akhir-akhir ini semakin banyak masyarakat dengan masker berkatup atau ventilasi yang dijual di pasaran dan digunakan oleh masyarakat.

Selain karena dianggap memiliki model yang bagus, masker berkatup juga memberikan kenyamanan bagi pengguna untuk bernapas dibandingkan masker lain.

“Berdasarkan rekomendasi organisasi kesehatan dunia (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) masker dengan katup ekshalasi atau ventilasi itu tidak dianjurkan untuk pencegahan COVID-19,” tulis Adam, dikutip Rabu (21/7/2021).

Fungsi masker tidak tercapai

Ilustrasi pakai masker | Maksim Goncharenok dari pexels
Ilustrasi pakai masker | Maksim Goncharenok dari pexels

Lebih lanjut Adam menjelaskan bahwa masker merupakan alat pelindung yang berfungsi untuk mencegah penularan COVID-19. Terdapat kemungkinan seseorang akan terinfeksi dan menularkan COVID-19 kepada orang lain meski tidak bergejala. Menggunakan masker juga merupakan upaya untuk melindungi orang di sekitar.

Penggunaan masker berkatup tidak dianjurkan karena droplet akan lebih mudah keluar dari masker. Sehingga fungsi masker yang tadinya mencegah penularan COVID-10 dari diri sendiri ke orang lain menjadi tidak tercapai.

Simak video berikut ini

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel