Dokter Timnas U-19 Jadi Relawan Medis di Bima

Muchamad Syuhada, Irfan
·Bacaan 1 menit

VIVA – Dokter Ifran Akhmad, salah seorang tim medis Timnas U-19 turut serta menjadi relawan kemanusiaan di lokasi bencana banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ifran, yang memang putra asli asal NTB itu tergabung di relawan kemanusiaan Wahdah Islamiyah yang terdiri dari Laznas Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) dan Wahdah Peduli.

Para relawan itu sudah berjibaku di lokasi bencana sejak hari pertama kejadian banjir. dr Ifran pun menyambangi kediaman warga yang menjadi korban banjir dan memberikan pengobatan secara cuma-cuma alias gratis.

Ifran bersama dengan istrinya yang juga seorang dokter mengaku sangat bahagia bisa ikut membantu warga Bima. "Tentu kami sangat senang bisa ikut membantu," kata Ifran melalui keterangan yang diterima dari Wahdah Islamiyah, Sabtu, 10 April 2021.

Ifran dilahirkan di Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Sebelumnya, Ifran kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hanasuddin (Unhas) Makassar pada 2006-2008. Hanya saja karena keinginannya menjadi dokter, ia kemudian pindah ke Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dengan mengambil fakultas kedokteran hingga selesai.

Selama dua tahun terakhir, Ifran menjadi tim medis utama dalam Timnas U-19. Ia dipercaya membantu kepala pelatih utama Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri.

Korban banjir Bima pun menyatakan terima kasih kepada Ifran dan relawan kemanusiaan Wahdah Islamiyah.

“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada WIZ dan Wahdah Peduli karena pada saat ini masyarakat kami sangat membutuhkan pengobatan,” ujar M. Sa’id bubakar, Kepala Desa Ncandi, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.