Dokter yang Meninggal karena COVID-19 di Makassar Capai 9 Orang

Syahrul Ansyari, Irfan
·Bacaan 2 menit

VIVA - Innalillahi wa innailaihi rojiun. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kembali berduka. Seorang tenaga medis, Nasriyadi Nasir, meninggal dunia di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar, Selasa, 29 Desember 2020. Nasriyadi mengembuskan napas terakhir setelah sempat berjuang melawan ganasnya virus corona (COVID-19).

IDI Makassar mencatat, sejak pandemi COVID-19 mewabah, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, total sudah ada sembilan dokter yang gugur. Desember ini saja sudah tiga orang.

"Kabar duka ini menambah deretan dokter anggota IDI Makassar gugur sebagai pahlawan kemanusian COVID-19,” kata Ketua IDI Makassar, Siswanto Wahab, didampingi Humas IDI Makassar, Wachyudi Muchsin, Selasa, 29 Desember 2020.

Baca juga: Lagi, Dokter di Makassar Gugur Melawan COVID-19

Dua dokter yang sebelumnya meninggal yakni Robert Pincentius Phillips dan Leornard Hasudungan. Siswanto berharap, dengan gugurnya para rekan sejawatnya tersebut mampu menyadarkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh virus yang saat ini tingkat penyebarannya lebih masif akibat klaster pilkada dari awal penyebarannya.

Oleh karena itu, IDI Kota Makassar mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada serta disiplin pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, sebab Makassar kembali masuk zona merah, sehingga kebijakan pelonggaran aktivitas bisnis, kantor, sosial dan pendidikan perlu diketatkan kembali.

Siswanto menyebut, saat ini tingkat penularan di Makassar kembali melonjak dan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan juga semakin banyak.

"Okupansi ruang isolasi di Makassar sudah di atas 85 persen dan ICU (unit perawatan intensif) di atas 80 persen. Daerah-daerah lain juga sama saja, pasien terus bertambah, penularannya tinggi,” katanya.

Siswanto menjelaskan tingginya penularan COVID-19 di Indonesia juga bisa dilihat dari rasio kasus positif harian yang mencapai 24,2 persen. Sementara rasio kasus positif dalam sepekan 18,3 persen. Rasio kasus positif ini jauh lebih tinggi dari ambang maksimal yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 persen.

Kasus aktif di Indonesia juga terus meningkat secara signifikan yaitu 40 persen selama bulan Desember dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Saat ini, jumlah kasus aktif sudah mencapai 103.000, penularan COVID-19 dikhawatirkan bakal semakin meningkat selama liburan Natal dan tahun baru.

"Karena itu, IDI Makassar mendukung pemerintah untuk pengetatan protokol kesehatan selama hari libur nanti,” kata Siswanto. (ase)