Dokumen sampah Boeing perlihatkan potret kacau 737 MAX

New York (AFP) - Boeing menyingkapkan sejumlah besar dokumen baru yang memberatkan 737 MAX, kepada badan regulasi dan penyelidik Kongres pada Selasa yang terjadi hanya beberapa jam setelah mengumumkan pergantian kepemimpinan.

Dokumen sampah itu muncul tepat sebelum Natal saat banyak pejabat sudah berlibur dan "sepertinya menunjuk kepada potret kacau" mengenai bagaimana Boeing merespons masalah keselamatan 737 MAX, kata seorang staf ahli Kongres.

Sang staf ahli mengungkapkan Boeing mengirimkan dokumen-dokumen itu Senin "sore hari" kepada staf Kongres yang menyelidiki masalah yang terjadi pada pesawat yang sudah di-grounded sejak Maret menyusul dua kecelakaan yang menewaskan 346 orang itu.

Raksasa dirgantara itu diselidiki karena keputusannya untuk ngotot menerbangkan pesawat tersebut setelah kecelakaan pertama terjadi dan mengabaikan kekhawatiran terhadap masalah keselamatan yang disampaikan sejumlah karyawan, dan menyangkut apakah raksasa digantara ini telah mengorbankan keselamatan demi berlomba mengembangkan pesawat guna bersaing dengan jet Airbus.

Badan regulasi AS juga dikritik karena hubungan yang terlalu nyamannya dengan perusahaan yang seharusnya mereka awasi.

Badan Penerbangan Federal FAA membenarkan telah menerima dokumen yang sama Senin sore, beberapa jam setelah Boeing memecat Dennis Muilenburg sebagai kepala eksekutif di tengah penanganan krisis MAX yang menuai banyak kritik.

Boeing mengaku "proaktif" menghubungi FAA dan Kongres "sebagai bagian dari komitmen kami terhadap transparansi," kata seorang juru bicara perusahaan ini lewat email.

"Seperti dokumen-dokumen sebelumnya direferensikan oleh komisi Kongres, nada dan isi dari beberapa komunikasi ini tak mencerminkan perusahaan kami dan yang semestinya."

Sang juru bicara juga menyoroti perubahan yang telah ditempuh Boeing "dalam sembilan bulan terakhir guna meningkatkan proses keselamatan, organisasi, dan budaya kami."

Pernyataan itu merujuk periode setelah kecelakaan Ethiopian Airlines pada Maret. Kecelakaan pertama 737 MAX yang menimpa penerbangan Lion Air di Indonesia terjadi lima bulan sebelumnya.

Pengungkapan terbaru ini semakin menjelaskan bahwa kendati merombak kepemimpinannya, Boeing akan terus menghadapi pertanyaan sampai 2020 mengenai langkah-langkah yang menyebabkan kedua kecelakaan tersebut saat perusahaan ini berusaha mendapatkan persetujuan untuk terbangnya lagi MAX dan memulihkan reputasinya yang sudah rusak.

Dokumen sampah yang muncul pada Malam Natal yang biasanya tenang dan beberapa jam setelah Boeing mengumumkan bahwa perusahaan itu mengganti Muilenburg dengan Ketua David Calhoun itu menyebutkan Boeing perlu "memulihkan kepercayaan" dan "memperbaiki hubungan dengan regulator, pelanggan dan semua pemangku kepentingan lainnya."

Oktober silam Kepala FAA Steve Dickson mengecam Boeing karena perusahaan itu baru memberikan dokumen-dokumen sangat penting beberapa bulan setelah FAA menggali catatan-catatan itu.

Dalam satu pertukaran pesan teks yang tersingkap dalam dokumen-dokumen itu, seorang pilot Boeing memberi tahu ada masalah pada simulator sistem pengendali penerbangan yang menjadi penyebab kedua kecelakaan tersebut.

Staf ahli Komisi Transportasi DPR itu menolak mengeluarkan dokumen-dokumen terbaru dengan alasan staf komisi masih meninjaunya.

"Catatan-catatan itu sepertinya menunjukkan potret kacau baik menyangkut kekhawatiran yang diutarakan karyawan-karyawan Boeing tentang komitmen perusahaan ini terhadap keselamatan maupun berkaitan dengan upaya beberapa karyawan dalam memastikan rencana produksi Boeing tidak terganggu oleh regulator atau pihak lain," kata sang staf ahli dalam email.

Panel DPR ini dipimpin oleh legislator Demokrat Peter DeFazio, yang memojokkan para eksekutif Boeing pada dengar pendapat Oktober saat beberapa anggota parlemen mendesak Muilenburg untuk mundur.

DeFazio pada Senin menyebut pencopotan Muilenburg "sudah lama tertunda," dan mengatakan perusahaan itu "sudah mengeluarkan sejumlah keputusan mengerikan yang menomorsatukan prioritas laba di atas keselamatan."

Perombakan CEO pada perusahaan ini menarik tanggapan analis-analis Wall Street, beberapa hari setelah perusahaan itu mengambil langkah besar menghentikan produksi 737 MAX dan sehari setelah perusahaan ini mengalami kemunduran dalam sebuah misi kelas atas NASA.

Bank of America Merrill Lynch mengaku punya pandangan netral mengingat masa Calhoun sudah lama berada dalam direksi Boeing.

"Kami bertanya-tanya apakah menunjuk orang dalam perusahaan, terutama orang dalam yang telah bersama perusahaan ini selama 10 tahun, lebih mengisyaratkan Boeing melawan orang luar yang mungkin menawarkan perubahan dalam kecepatan dan budaya yang lebih besar," kata bank itu dalam satu komentar.

JPMorgan Chase menyebut Muilenburg sebagai suara publik Boeing, kesulitan menanggapi dua kecelakaan itu serta dalam hal berkomunikasi dengan regulator dan pelanggan.

"Kami perkirakan David Calhoun bekerja lebih baik dalam kedua sektor itu," kata JPMorgan dalam analisis.

"Tetapi kegagalan Boeing di MAX lebih karena komunikasi yang buruk sehingga penting bagi Tuan Calhoun untuk sedari awal menunjukkan betapa dia berniat menempuh langkah yang berbeda."

"Ini penting sekali mengingat dia sudah menjadi direktur sejak 2009 dan oleh karena itu menjadi bagian dari situasi ini sejak awal, bahkan jika berada d peran pengawasan."

jmb/hs