Dokumen yang Disita dari Rumah Trump Berisi Data Kemampuan Nuklir Negara Lain

Merdeka.com - Merdeka.com - Berbagai dokumen rahasia negara yang disita dari rumah mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida berisi informasi mengenai kemampuan nuklir negara lain.

Dikutip dari laman Aljazeera, Rabu (7/9), orang-orang yang menggeledah dan memeriksa dokumen itu tidak menyebutkan negara mana yang memiliki kemampuan nuklir dan juga tidak menjelaskan apakah negara itu berhubungan baik dengan AS atau tidak.

Surat kabar The Washington Post melaporkan, beberapa dokumen yang disita juga menjelaskan operasi-operasi rahasia yang dilakukan oleh AS. Dokumen-dokumen rahasia itu bahkan tidak dapat dilihat oleh pejabat keamanan nasional pemerintahan Presiden Joe Biden.

Bulan lalu Avril Haines, Direktur Intelijen Nasional AS mengatakan dia akan melakukan peninjauan klasifikasi atas dokumen yang disita.

"Penilaian dari Komunitas Intelijen (IC) akan menentukan potensi risiko terhadap keamanan nasional jika dokumen tersebut diungkapkan," kata dia.

Sebelumnya, Biro Penyelidik Federal (FBI) menggeledah rumah Trump, Mar-a-Lago pada 8 Agustus lalu dan berhasil menyita 11 ribu dokumen negara dan foto-foto.

Penggeledahan ini dilakukan karena Trump sedang diselidiki atas tuduhan menghapus catatan pemerintah dari Gedung Putih saat dia meninggalkan jabatannya pada 2021 lalu dan menyimpan di rumahnya.

Tuduhan ini dibantah oleh Trump dan pendukungnya. Bagi mereka, dokumen-dokumen yang hilang mungkin sengaja terhapus atau telah dibuat bukan rahasia lagi.

Untuk mempertahankan diri, Trump mengajukan peninjauan ulang dari dokumen yang disita kepada hakim federal. Permintaan Trump dipenuhi dan penundaan penyelidikan oleh Departemen Kehakiman kemungkinan besar terjadi.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]