Dolar jatuh di perdagangan Asia, risalah Fed dan inflasi jadi fokus

·Bacaan 2 menit

Dolar AS kembali melemah di perdagangan Asia pada Rabu pagi, terhuyung-huyung mendekati level terendah enam tahun terhadap mata uang Kanada dan mempertahankan kerugian terhadap mata uang Eropa ketika ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap rendah merusak greenback.

Risalah dari pertemuan terbaru Federal Reserve AS yang dijadwalkan pada Rabu waktu setempat diharapkan mengonfirmasi bahwa pembuat kebijakan menganggap kenaikan suku bunga masih dalam jarak.

Investor juga akan mencermati data harga konsumen di Inggris dan Kanada pada hari perdagangan untuk menentukan seberapa cepat ekonomi-ekonomi utama akan dipaksa mengekang kebijakan moneter akomodatif mereka, yang memegang kunci tren dolar dalam jangka menengah.

"Saya paling khawatir tentang kekuatan relatif inflasi," kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities di Tokyo.

“Rilis harga-harga konsumen AS baru-baru ini dicetak cukup tinggi. Jika Inggris dan Kanada tetap di bawah level itu, itu menunjukkan laju normalisasi di Amerika Serikat akan lebih cepat. Penjualan dolar mungkin tidak bertahan lebih lama."

Terhadap dolar Kanada, greenback diperdagangkan pada 1,2069 dolar Kanada, mendekati level terlemah sejak Mei 2015.

Pound Inggris dibeli 1,4188 dolar AS, yang mendekati level terkuat sejak akhir Februari. Euro stabil di 1,2223 dolar AS dan dolar sedikit berubah pada 108,90 yen dan 0,8976 franc Swiss.

Data pekan lalu yang menunjukkan harga-harga konsumen AS naik 4,2 persen pada April dari tahun sebelumnya adalah kenaikan tercepat dalam lebih dari satu dekade, yang mengejutkan investor.

Pembuat kebijakan Fed telah mengatakan ini adalah lonjakan sementara dan menegaskan kembali bahwa mereka memperkirakan suku bunga tetap rendah, yang telah mengambil sedikit tenaga dari dolar, tetapi tidak semua diyakinkan oleh bujukan Fed.

Harapan untuk pengetatan kebijakan di Kanada dan pencabutan bertahap pembatasan virus corona di Inggris telah mengangkat mata uang kedua negara itu, tetapi setiap penyataan inflasi jinak dapat membantu greenback menutup sebagian kerugiannya.

Di tempat lain, dolar Australia dan Selandia Baru menahan kenaikan baru-baru ini, tetapi pedagang mengamati harga-harga komoditas untuk menentukan apakah Antipodean akan keluar dari kisaran perdagangan baru-baru ini.

Di pasar mata uang kripto, Bitcoin stabil pada 43.253 dolar AS, dan ethereum mata uang digital saingannya diperdagangkan pada 3.409 dolar, tetapi beberapa kegelisahan tetap ada setelah China melarang lembaga keuangan dan perusahaan pembayarannya untuk menyediakan layanan yang terkait dengan transaksi mata uang kripto.