Dolar menguat, pasar perkirakan kenaikan bunga The Fed yang besar

Dolar menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), ditransaksikan dalam kisaran sempit, menjelang serangkaian pertemuan bank-bank sentral minggu ini yang dipimpin oleh Federal Reserve, yang kemungkinan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.

Volume secara keseluruhan ringan, dengan pasar di London dan Tokyo tutup karena hari libur umum.

Namun pasar saham dunia tetap gelisah, dan dolar mempertahankan nadanya yang kuat, mengingat ekspektasi bahwa Fed akan mempertahankan jalur pengetatan agresifnya hingga tahun depan untuk menahan inflasi yang sangat tinggi.

Dana Fed (fed fund) berjangka telah memperkirakan peluang 81 persen untuk kenaikan suku bunga 75 basis poin minggu ini dan probabilitas 19 persen untuk kenaikan 100 basis poin pada akhir pertemuan kebijakan dua hari bank sentral AS, menurut data Refinitiv.
​​​​​​
Baca juga: Dolar bertahan dekat tertinggi 20 tahun jelang keputusan The Fed

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik tipis 0,1 persen pada 109,62, tidak jauh dari tertinggi 20 tahun di 110,79 yang dicapai pada 7 September.

Sejak awal tahun indeks dolar telah melonjak 14,7 persen, berada di jalur untuk persentase kenaikan tahunan terbaik dalam 38 tahun.

"Umumnya, tren adalah teman Anda sampai tikungan terakhir. Dolar akan mengikutinya dengan cukup baik," kata Direktur Eksekutif perusahaan konsultan valas Klarity FX, Amo Sahota, di San Francisco.

"Apakah akan ada lebih banyak kekuatan dolar sebelum FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal)? Saya pikir pasar akan sedikit menarik di sini. Ini akan masuk ke pola bertahan dan beberapa konsolidasi," tambahnya.

Baca juga: Harga emas turun 5,30 dolar, tertekan imbal hasil obligasi lebih kuat

Minggu ini juga dipenuhi dengan hari libur yang dapat menipiskan likuiditas dan mengakibatkan pergerakan harga yang lebih tajam, dengan Jepang dan Inggris libur pada Senin (19/9/2022), Australia pada Kamis (22/9/2022), dan Jepang lagi pada Jumat (23/9/2022), antara lain.

Mata uang lainnya, euro sedikit berubah terhadap dolar pada 1,0021 dolar, sterling tergelincir 0,1 persen menjadi 1,1424 dolar dan mendekati level terendah 37 tahun pada Jumat (16/9/2022) di 1,13510 dolar, sementara mata uang Selandia Baru turun 0,6 persen menjadi 0,5958 dolar AS.

Di awal sesi, unit Selandia Baru jatuh ke level terendah sejak Mei 2020 di 0,5933 dolar AS.

Dolar Kanada jatuh ke level terendah dalam hampir dua tahun menjadi 1,3354 dolar Kanada per dolar AS. Dolar AS terakhir berpindah tangan di 1,3258 dolar, datar hari ini.

Terhadap yen, dolar naik 0,2 persen menjadi 143,18 yen, melayang di bawah level resistesi kuat di 145 yang telah diperkuat oleh pembicaraan keras pembuat kebijakan Jepang tentang intervensi mata uang.

Baca juga: Yen menguat atas dolar, pasca-Bank Sentral Jepang indikasi intervensi
Baca juga: Yuan kembali tergelincir 91 basis poin, menjadi 6,9396 per dolar AS

Bank Sentral Jepang (BOJ) secara luas diperkirakan akan tetap dengan stimulus besar-besaran pada pertemuannya pada Rabu dan Kamis (22/9/2022), menjaga kebijakan ultra-longgarnya. Tapi titik balik dalam kebijakan moneter Jepang mungkin datang lebih cepat dari yang diperkirakan, dengan bank sentral baru-baru ini menghapus kata "sementara" untuk deskripsi inflasi yang meningkat.

Yuan China berakhir pada level terendah baru 26-bulan pada Senin (19/9/2022) dan diperdagangkan di bawah level 7 per dolar yang kritis secara psikologis. Dalam perdagangan luar negeri, yuan 0,35 lebih lemah.

Bitcoin, mata uang kripto terbesar berdasarkan nilai pasar, jatuh ke level terendah tiga bulan di bawah 19.000 dolar AS, karena kegelisahan atas kenaikan suku bunga secara global memukul aset-aset berisiko. Terakhir turun 0,2 persen pada 19.381 dolar AS.

Ether, mata uang kripto yang digunakan dalam blockchain Ethereum, menguat dari level terendah dua bulan terhadap dolar dan terakhir 1,4 persen lebih tinggi pada 1.358,60 dolar AS.

Baca juga: Harga minyak naik tipis, dipicu kekhawatiran pasokan ketat
Baca juga: Rupiah awal pekan melemah, pasar pantau pertemuan bank sentral AS