Dolar stabil setelah tiga hari turun, PMI dalam fokus

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Setelah tiga hari berturut-turut melemah, dolar AS stabil pada Jumat dan sejumlah mata uang lebih berisiko melemah ketika kenaikan harga di pasar ekuitas baru-baru ini berhenti sejenak, dengan data aktivitas bisnis menjadi fokus perhatian.

Dolar turun terhadap sejumlah mata uang selama tiga hari terakhir karena optimisme pasar tentang rencana stimulus fiskal Presiden AS Joe Biden mendorong para pedagang untuk mencari aset yang lebih berisiko, dengan penguatan terjadi pada dolar Selandia Baru dan Australia.

Tetapi tren itu berhenti pada Jumat karena sentimen pasar berbalik, saham global tergelincir dari rekor tertinggi dan dolar AS stabil di 90.118 pada 08.40 GMT. Dolar masih berada di jalur penurunan mingguan terbesarnya sejak pertengahan Desember.

Baca juga: Dolar jatuh 3 hari beruntun, investor cari imbal hasil lebih tinggi

Data PMI (Purchasing Managers’ Index) terbaru bulan Januari dari seluruh dunia akan dicermati oleh investor sebagai indikasi kecepatan pemulihan ekonomi global. Investor telah mengikuti vaksinasi, sementara banyak negara Eropa melakukan karantina wilayah yang lebih ketat pada awal tahun untuk menahan kebangkitan COVID-19..

"Terlepas dari berita vaksin yang positif, biarpun ada harapan perbaikan di pasar, jelas bahwa tidak akan ada peningkatan serupa dalam aktivitas ekonomi hingga waktu dimana pembatasan-pembatasan mulai mereda, mungkin sekitar kuartal II," kata Michael Hewson, kepala analis pasar di CMC Markets Inggris dalam sebuah catatan kepada klien.

"Di sisi positif, sektor manufaktur telah mengalami kinerja yang kuat baik di Jerman maupun Perancis, mengimbangi beberapa perlambatan di berbagai sektor ekonomi mereka," tambahnya.

Baca juga: Rupiah akhir pekan merosot, minat investor turun pada aset berisiko

Data dari Jepang semalam menunjukkan bahwa aktivitas pabrik mengalami kontraksi pada Januari dan sektor jasa lebih pesimistis karena langkah-langkah darurat untuk memerangi kebangkitan COVID-19 memperburuk sentimen.

Pada 08.42 GMT, yen Jepang turun sekitar 0,1 persen terhadap dolar, menjadi 103,63.

Data PMI di Prancis menunjukkan bahwa aktivitas bisnis secara tak terduga melemah di bulan Januari, karena perlambatan pada industri layanan membalas pertumbuhan di bidang manufaktur.

Euro sedikit menguat pada Kamis setelah pengumuman kebijakan suku bunga Bank Sentral.

Baca juga: Yuan menguat lagi 79 basis poin jadi 6,4617 terhadap dolar AS

Eropa, yang tidak akan menggunakan asetnya secara penuh.

Presiden Bank Sentra Eropa Christine Lagarde juga mengatakan bahwa pihaknya "dengan sangat hati-hati" akan memantau nilai tukar euro.

Pada 0843 GMT Jumat, euro datar pada 1,21725 dolar AS dan diperkirakan naik 0,8 persen selama pekan ini.

Dolar Australia tergelincir setelah data penjualan ritel yang mengecewakan, tetapi diperkirakan masih mengalami kenaikan untuk periode mingguan. Pada 0844 GMT, turun 0,5 persen menjadi 0,77285.

Dolar Selandia Baru turun sekitar 0,5 persen pada 0,7184 terhadap dolar AS.

Dolar Kanada, yang menyentuh level tertinggi tiga tahun di 1,2591 terhadap dolar AS di pada hari sebelumnya, berubah arah menjadi turun sekitar 0,4 persen menjadi 1,2690.