Dolar AS tergelincir karena selera risiko meningkat

Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) setelah risalah pertemuan terbaru Federal Reserve mendorong sentimen risiko dan membatasi daya tarik greenback di tengah perdagangan lesu karena libur Tanksgiving di AS.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,24 persen menjadi 105,8180.

Di akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi 1,0417 dolar AS dari 1,0403 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2118 dolar AS dari 1,2065 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Dolar AS dibeli 138,46 yen Jepang, lebih rendah dari 139,45 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9427 franc Swiss dari 0,9419 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3335 dolar Kanada dari 1,3360 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 10,3956 krona Swedia dari 10,4586 krona Swedia.

Risalah dari pertemuan November Fed yang dirilis pada hari Rabu (23/11) menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan lebih menyukai kecepatan pengetatan yang lebih lambat segera.

Sambil mencatat bahwa inflasi masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda yang signifikan, dalam risalah tersebut menyebutkan sebagian besar peserta menilai bahwa perlambatan laju kenaikan kemungkinan akan segera terjadi.

Pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan berikutnya di pertengahan Desember daripada kenaikan 75 basis poin yang disampaikan pada masing-masing dari empat pertemuan terakhirnya.

Baca juga: Rupiah menguat menyusul indikasi perlambatan kenaikan bunga Fed
Baca juga: Dolar turun di Asia karena selera risiko membaik setelah risalah Fed