Dollar Menguat, Harga Laptop di Glodok Naik

  • Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Antara
    Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Jakarta (Antara) - Ketua Serikat Pekerja Bank BTN Satya Wijayantara mengkhawatirkan rencana akuisisi BTN akan mengancam keberlangsungan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi. "Selama ini bank yang peduli menyalurkan KPR melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) hanya BTN, sedangkan bank lain lebih suka menyalurkan KPR komersial," kata Satya usai orasi penolakan akuisisi BTN di Jakarta, Minggu. ... …

  • Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Merdeka.com
    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meneruskan gagasan yang sudah dicetuskan sejak era Menteri Tanri Abeng, yakni meleburkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Keduanya adalah bank pelat merah yang telah melantai di bursa saham. …

  • Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNnews.com
    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNNEWS.COM - Agus menyerahkan hal tersebut kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan …

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Dampak menguatnya mata uang Dollar AS terhadap mata uang rupiah berimbas kepada kenaikan harga Laptop di kawasan Glodok, Jakarta Utara. Dalam pantauan Tribun, Kamis (22/8/2013) tampak beberapa merek ternama laptop alami kenaikan.

Beberapa laptop merek Accer misalnya akan akan menaikan harganya pada September 2013. Kenaikannya sendiri tidak diprediksi karena masih menunggu biaya distrtibutor Accer di Indonesia.

"September katanya ada kenaikan namun belum diperkirakan naiknya berapa, masih nunggu keputusan dari distributor Accer," kata Vina, salah seorang penjaga Toko Accer di Glodok, Jakarta, Kamis (22/8/2013).

Saat ini harga laptop Accer bervariasi dan dimulai dari Rp 3 hingga Rp 8 juta.  Harga untuk ultrabook untuk tipe Aspire P3 dijual seharga Rp 8,1 juta, Aspire E-1 431 dijual seharga Rp 3,5 juta, Aspire V-5 131 dijual seharga Rp 2,9 juta, dan Aspire V-5 431 dijual seharga Rp 3,7 juta dan Aspire V-5 471 G dijual seharga Rp 5,99 juta.

Khusus selama Bulan Agustus Accer tidak menaikan harga. Namun, meskipun tidak alami kenaikan harga penjualan laptop masih tersendat karena pasca lebaran pembelian berkurang. "Ya sama kayak hari biasanya mungkin 5-10 sehari," katanya.

Dalam pantauan Tribun sejumlah merek seperti Asus juga menaikan harga. Untuk tipe EE-PC seharga Rp 2,8 menjadi 3,3 juta. Untuk laptop asus berharga Rp 10 juta juga naik menjadi Rp 11 juta. Kenaikan hampir dialami seluruh merek laptop.

Setali tiga uang, Laptop Toshiba juga alami kenaikan dari berbagai tipe. Kenaikannya berksar diantara Rp 400 sampai dengan 500 ribu per unit. Alhasil laptop yang tadinya diahrgai sebesar Rp 4,5 juta menaik menjadi Rp 4,9 juta.

Tercatat ada tiga merek yang tidak alami kenaikan yaitu Zyrex, HP dan Samsung. Namun pada umumnya para pedagang tidak merasa adanya kenaikan permintaan meskipun beberapa merek tidak alami kenaikan.

"Harga jual beda tetapi kan kalau uang pembeli gak ada kan gak ada pengaruhnya," kata Adi, salah satu penjual.

Adi bahkan mengatakan kalau dampak penguatan dollar AS pada pasca lebaran cukup berpengaruh karena secara otomatis pendapatan masyarakat terkuras. Padahal margin pedagang tergerus karena kenaikan harga jual dari distributor.

"Kalau barang habis kan kami ambil baru dari distributor nah memang sebagian naik, sebagian tidak tapi kan kami gak hanya menjual satu merek, kalau yang naik ini kami mesti menaikan harga," katanya.

Sebelumnya diberitakan tribunnews.com, nilai tukar rupiah terus merosot, pada hari Kamis (22/8) pergerakan nilai tukar rupiah mencapai Rp 11,027 per dollar AS atau  melemah sebanyak 252 atau  2,33 persen jika dibandingkan pada Rabu (21/8/2013) dimana pergerakan nilai tukar rupiah mencapai Rp 10,770.

Baca Juga:

Tembus Rp 11.300, Pelemahan Rupiah akan Berlanjut

OJK Bantah Membela Perbankan

Pemerintah, BI dan Pengusaha Koordinasi Soal Rupiah

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...