Domain adalah Bentuk Sederhana Alamat IP, Kenali Jenis dan Penggunaannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Domain adalah istilah yang sangat lekat dengan penggunaan internet. Kamu mungkin memahami domain sebagai alamat yang dituliskan pada URL bar browser yang kamu gunakan. Biasanya domain ini berakhiran .com, .co.id, .id, .ac.id itulah yang disebut dengan nama domain.

Sederhananya, domain adalah alamat website. Domain adalah bentuk sederhana dari alamat IP yang sebenarnya berupa kombinasi rumit. Cuma dengan mengetikkan domain, kamu bisa segera tersambung ke website yang ingin kamu buka tanpa mengingat angka-angka yang rumit tersebut.

Domain memudahkan kamu dalam membuka website saat berselancar di dunia internet. Apalagi dengan begitu banyaknya website yang ada di internet, mengingat berbagai kombinasi angka untuk sebuah website tentunya sangat merepotkan.

Untuk membangun suatu website diperlukan nama domain dan webhosting agar nama domain dapat digunakan dan diakses pada dunia internet. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (16/7/2021) tentang domain adalah.

Domain adalah

Ilustrasi Membuat Website (sumber gambar: elearningindustry.com)
Ilustrasi Membuat Website (sumber gambar: elearningindustry.com)

Dikutip Liputan6 dari Google Support, domain adalah nama yang mudah diingat, yang terkait dengan alamat IP fisik di internet. Contoh domain adalah tanda @ pada alamat email, dan setelah www. di alamat web. Misalnya kamu memiliki nama domain example.com bisa diterjemahkan ke alamat fisik 198.102.434.8. Kamu tentunya sudah familier dengan nama domain lain seperti google.com dan wikipedia.org.

Alamat web tentunya akan lebih mudah diingat dan diketik jika menggunakan nama domain untuk mengidentifikasi lokasi di Internet, dibandingkan menggunakan alamat IP numerik. Jadi, domain berfungsi untuk mempermudah pengguna di internet pada saat melakukan akses ke server, selain juga dipakai untuk mengingat nama server yang dikunjungi tanpa harus mengenal deretan angka yang rumit yang dikenal sebagai alamat IP.

Domain adalah sesuatu yang bisa kamu beli. Kamu tinggal buka registrar atau host domain, cari nama yang tidak digunakan orang lain, kemudian bayar biaya tahunan. Jika kamu mendaftar ke layanan Google Cloud, berikan nama domain yang ingin digunakan dengan layanan tersebut.

Domain adalah istilah yang juga dikenal sebagai sebuah kesatuan dari sebuah situs web seperti contohnya "wikipedia.org". Domain kadang-kadang disebut pula dengan istilah URL (Uniform Resource Locator), atau alamat situs web. Bisa disimpulkan, domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti server web atau server email di jaringan komputer ataupun internet.

Jenis Domain dan Penggunaannya

Ilustrasi membuat website | cottonbro dari Pexels
Ilustrasi membuat website | cottonbro dari Pexels

Ada beberapa jenis domain yang penggunaannya tergantung pada tujuan dan lokasi negara. Jenis domain adalah sebagai berikut:

- Top Level Domain (TLD)

Top Level Domain atau TLD adalah nama domain yang paling sering digunakan. TLD termasuk umum dan mudah diingat sehingga banyak sekali yang menggunakan. Banyak website yang menggunakan TLD ini, di antaranya yaitu .com, .net, .org, .edu. Domain tersebut juga tidak merujuk pada organisasi tertentu jadi bebas digunakan oleh situs personal.

- Country Code Top Level Domain (ccTLD)

Jenis domain berikutnya adalah ccTLD. Seperti namanya, domain satu ini menggambarkan kode dari negara tertentu. Penggunaan ccTLD menandakan bahwa situs yang tersebut adalah milik negara tertentu atau bisa juga sengaja digunakan untuk menargetkan pengunjung dari negara yang country code nya dipakai.

Contoh dari ccTLD antara lain yaitu .id untuk Indonesia, .uk untuk United Kingdom atau Inggris, .us untuk United States, .kr untuk Korea Selatan, dan masih banyak kode negara lainnya.

Jenis Domain dan Penggunaannya

- Generic Top Level Domain (gTLD)

Domain gTLD ini awalnya merupakan nama domain yang dikhususkan untuk oraganisasi atau bidang tertentu. Namun sekarang banyak situs biasa yang menggunakan tipe gTLD. Contoh dari gTLD antara lain yaitu .edu untuk bidang pendidikan, .mil untuk bidang militer, .gov untuk pemerintahan, .org untuk organisasi tertentu, dan .net untuk penyedia layanan intenet.

- Second Level Domain (SLD)

Second level domain sendiri menggambarkan alamat lebih rinci dan khusus. Contoh penggunaan SLD yaitu .co.id, .ac.us, .co.uk, dan masih banyak contoh lainnya. Menggunakan SLD menunjukkan tempat lebih khusus dari situs yang hendak dikunjungi.

- Subdomain

Selain itu, ada pula subdomain yang biasanya digunakan website besar. Hal ini menandakan bahwa situs tersebut memiliki cabang tertentu. Subdomain adalah bagian dari domain yang lebih besar. Misalnya, mail.google.com, www.google.com, dan docs.google.com adalah subdomain dari domain google.com. Pemilik domain dapat membuat subdomain untuk memberikan alamat yang mudah diingat untuk halaman web atau layanan dalam domain level teratas.

Kenali Juga DNS

Ilustrasi website (pixabay.com)
Ilustrasi website (pixabay.com)

DNS adalah singkatan dari Domain Name System. Sistem ini pada dasarnya adalah buku telepon Web yang mengatur dan mengidentifikasi domain. DNS menerjemahkan alamat web seperti "www.google.com" ke alamat IP fisik—seperti "74.125.19.147"—dari komputer yang menghosting situs tersebut (dalam hal ini, halaman beranda Google).

Saat menggunakan layanan Google Cloud, kamu perlu mengubah setelan DNS secara berkala untuk menyiapkan berbagai alat dan layanan. Kamu dapat melakukannya dengan mengubah berbagai jenis data DNS. Ubah data MX domain, misalnya, untuk mengarahkan email domain ke server email Google.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel