Domenicali Bantah Pembekuan Mesin Rusak DNA F1

Redazione Motorsport.com
·Bacaan 1 menit

Komisi F1 telah memberi lampu hijau terhadap wacana engine freeze dalam pertemuan mereka pertengahan pekan lalu.

Selain tim-tim bisa berhemat, balapan pun diharapkan lebih semarak karena larangan pengembangan mesin.

Namun, tak semua menyambut positif ide tersebut. Mereka yang kontra khawatir kalau rencana itu dieksekusi malah mengurangi keseruan F1. Domenicali mencoba meluruskan pandangan negatif mereka.

“Itu tak benar. Level teknologi power unit sangat luar biasa, satu-satunya di dunia. Butuh pemikiran terhadap kelanjutannya. Sebuah perusahaan tidak akan menjalankan sebuah rencana kalau tidak jelas biaya dan pengembalian investasi, sebuah sikap yang belum pernah ada di F1,” katanya kepada Corriere della Sera.

“Kami katakan, ‘Mari berhemat untuk sektor-sektor kurang relevan untuk meluncurkan pengembangan baru, untuk memungkinkan tim-rim selamat dan perusahaan lain masuk ke permainan tanpa kehilangan daya tarik.”

Berbeda dengan pembekuan mesin, ide sprint race sebagai ganti kualifikasi Sabtu untuk dua balapan beruntun masih tertahan walaupun mayoritas tim F1 diklaim mendukung.

Lewis Hamilton, Mercedes-AMG F1, tiba di sirkuit

Lewis Hamilton, Mercedes-AMG F1, tiba di sirkuit<span class="copyright">Charles Coates / Motorsport Images</span>
Lewis Hamilton, Mercedes-AMG F1, tiba di sirkuitCharles Coates / Motorsport Images

Charles Coates / Motorsport Images

Kendati demikian, Domenicali berharap pilot F1 lainnya juga mengikuti jejak Hamilton. Ia sendiri yang akan turun tangan mendorong mereka.

“Hamilton yang berhasrat jadi satu-satunya pembalap dengan 8 gelar, sementara itu mengkomunikasikan idenya, menyentuh benang tertentu, menarik orang-orang yang jauh dari balapan,” ucapnya.

“Untuk itu, saya akan bertemu dengan semua pembalap. Sangat penting bahwa siapa pun dari mereka paham betapa penting perannya, bukan saja sebagai seorang profesional, tapi sebagai manusia yang peduli dengan kondisi di sekitarnya.”