Dominasi Thailand tak surutkan semangat atlet panahan Indonesia di APG

Tim para panahan Indonesia siap unjuk kemampuan pada ASEAN Para Games (APG) 2022 di Solo meski banyak calon lawan yang cukup dominan seperti tim Thailand, namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Muhammad Ali untuk mengejar medali.

Thailand sendiri, menurut pelatih Para Panahan Indonesia, Dedi Deco dalam keterangan resminya di Solo, Sabtu, datang ke Solo dengan kekuatan atlet yang telah merasakan ketatnya persaingan di Paralimpiade Tokyo 2020

"Atlet Thailand memang punya jam terbang yang lebih baik dari kita. Tapi kita bisa bersaing dari sisi head to head dengan mereka," kata Dedi Deco.

Baca juga: Atlet panahan mulai latihan resmi di arena APG 2022

Pada ASEAN Para Games 2022, tim panahan Indonesia menurunkan 12 atlet yakni Ken Swagumilang, Muhammad Ayodya, Kholidin, Muhammad Ali, Wahyu Retno Wulandari, Tuwariyah, Irma Yunita, Sadikin, Setiawan, Walminah, Mahda Aulia, dan Sri Hartatik.

Meski Thailand dinilai bakal dominan, namun tim panahan bertekad bisa menyumbang dua emas untuk kontingen Indonesia. Apalagi persiapan di Lapangan Kota Barat, Solo dinilai cukup maksimal baik dari nomor recurve maupun compound.

"Harapan kami emas bisa diraih dari kelas double dan mix. Targetnya Ken-Ali, sama Kholidin-Mahda Aulia," kata Dedi Deco menjelaskan.

Para Panahan ASEAN Para Games 2022 bakal berlangsung di Lapangan Kota Barat, Minggu (31/7). Pertandingan sendiri dibuka lewat babak kualifikasi. Untuk final sesuai dengan jadwal bakal berlangsung 3-5 Agustus.

Dalam kejuaraan ini, hanya enam negara yang bersaing yakni Indonesia, Filipina, Thailand, Malaysia, Myanmar, dan Singapura. Sedangkan Timor Leste, Brunei Darussalam, Laos, dan Kamboja absen dalam kejuaraan dua tahunan ini.

Baca juga: Impian Daniel Uyo meraih emas ASEAN Para Games 2022
Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin buka ASEAN Para Games 2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel