Dompet Dhuafa dorong ketahanan pangan keluarga berbasis perikanan

Budi Suyanto
·Bacaan 2 menit

Lembaga filantrofi Dompet Dhuafa mendorong pengembangan ketahanan keluarga berbasis perikanan sebagai upaya mengatasi lesunya industri perikanan yang terdampak pendemi COVID-19.

Ketua Satgas Gugus Tugas Covid-19 Dompet Dhuafa Ahmad Shonhaji menyatakan, pandemi COVID-19 yang telah melanda Indonesia lebih dari setahun lalu, berdampak besar pada lesunya industri perikanan di beberapa wilayah.

Kondisi tersebut, tambahnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin, menyebabkan berkurangnya serapan pasokan ikan dari nelayan dan pembudidaya, kepada pembeli, sehingga terjadi penumpukan hasil produksi dan penurunan mutu ikan tidak tertangani dengan baik.

Baca juga: Wapres: Bangun ketahanan pangan keluarga untuk hadapi pandemi COVID-19

Oleh karena itu pihaknya menggandeng Kelompok Tani Darul Arqam melakukan pengembangan lahan budidaya Ikan Nila di Desa Kenanga, Blok Gandok, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang mana pada Minggu (2/5) telah dilakukan panen perdana sebanyak 400 kg ikan nila.

"Pengembangan Pemberdayaan Ekonomi dengan pendekatan Dakwah, Budaya dan Pelayanan Masyarakat bersinergi untuk membangun ketahanan pangan. Maka, di masa pandemi Covid-19 ini, masyarakat harus survive," ujar Shonhaji yang juga Direktur Dakwah Budaya dan Pengembangan Masyarakat Dompet Dhuafa itu.

Menurut dia, budidaya perikanan menjadi salah satu usaha yang menjanjikan karena ikan yang memiliki sumber protein, makin digemari masyarakat semua kalangan terutama di saat pandemi.

Baca juga: Investasi sektor pertanian dinilai bisa dorong ketahanan pangan

Pasca pandemi, tambahnya, pasokan supplies raw material berpotensi terhadap penurunan produksi di perdesaan sehingga ketahanan pangan menjadi terganggu.

Oleh karena itu, menurut dia, melalui budidaya ikan nila pada lahan tambak seluas 12x20 meter yang menghasilkan sekitar 4.000 kg ikan tersebut mampu mendukung program Ketahanan Pangan berbasis desa atau masyarakat, termasuk di dalamnya para petani perikanan tambak.

Dia menambahkan, pengembangan lahan budidaya ikan nila akan berpotensi menghasilkan panen sekitar 2.000-3.000 kg setiap bulan per tambak sehingga diharapkan memberi kontribusi pada percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dompet Dhuafa, lanjutnya, hadir bersama kelompok tani memberikan sarana dan prasarana penunjang, serta pendampingan akibat wabah covid 19 dengan tujuan pemberdayaan dan kemandirian keluarga.

"Kami terus menstimulan daerah di Indonesia untuk inovasi dengan berbagai program rancangan. Mulai dari pembagian bantuan sosial hingga program bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan aplikasi program Aksi Peduli Dampak Corona (APDC)," katanya.