Donald Trump Ancam Lapor Kecurangan Pilpres ke Mahkamah Agung AS

Hardani Triyoga, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Petahana Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyatakan kemenangannya dalam pilpres. Ia pun menegaskan siap meminta Mahkamah Agung untuk menghentikan semua penghitungan suara.

"Jutaan orang memilih kami malam ini. Sekelompok orang yang sangat sedih sedang mencoba hak kelompok orang itu dan kami tidak akan mendukungnya," kata Trump dari East Room di Gedung Putih yang dikutip dari Independent, Rabu, 4 November 2020.

Trump sesumbar bahwa dia yang memenangi pilpres. Kata dia, dengan laporan kecurangan ke Mahkamah Agung agar hukum bisa ditegakkan.

"Kami ingin hukum digunakan dengan cara yang tepat, jadi kami akan pergi ke Mahkamah Agung AS. Kami ingin semua pemungutan suara dihentikan karena tidak ingin mereka menemukan surat suara pukul empat pagi dan menambahkannya ke daftar," imbuh Trump.

Pernyataan itu diungkap setelah penantangnya dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengatakan bahwa dia berada 'di jalur' untuk menjadi presiden ke-46 AS.

"Kami merasa nyaman dengan keberadaan kami, kami benar-benar melakukannya. Saya di sini untuk memberi tahu Anda, bahwa kami yakin berada di jalur yang tepat untuk memenangkan pemilihan ini," kata Joe Biden.

Dalam penghitungan sementara per pukul 03.00 waktu setempat, Biden meraih 225 suara Electoral College, sedangkan Trump mendapatkan 213 suara Electoral College. Untuk memenangi kursi presiden, kandidat harus mendapatkan setidaknya 270 suara.

Beberapa negara bagian 'medan pertempuran' seperti Pennsylvania, Michigan, Wisconsin, dan Arizona belum mengeluarkan hasil secara keseluruhan. Keempat negara bagian itu dimenangkan Trump pada Pemilu 2016.

Para analis hukum dan politik mengatakan Trump mungkin tidak memiliki dasar hukum untuk menghentikan semua penghitungan suara. (art)

Baca Juga: Fakta Joe Biden, jika Menang akan Jadi Presiden AS Tertua