Donald Trump Bantah Pernyataan Anthony Fauci Soal Kasus Corona di AS

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah pernyataan pakar penyakit menular asal negara nya sendiri Dr Anthony Fauci, yang menyatakan tingginya tingkat infeksi Virus Corona di AS karena Pemerintah kurang maksimal membatasi ekonomi selama pandemi.

Dikutip VIVA dari akun Twitter resmi Donald Trump @realDonaldTrump, Minggu 2 Agustus 2020, bantahan itu disampaikan secara tegas oleh Trump. Bahkan, dia mencantumkan postingan video CBS News, saat Anthony sedang konferensi pers mengatakan hal tersebut.

"Salah," tegas Trump.

Anthony dalam video tersebut mengatakan, infeksi Virus Corona di Eropa lebih rendah dibanding AS karena kawasan itu melakukan lockdown dan menutup 95 persen kegiatan ekonomi. Sementara itu di AS, meski lockdown, namun hanya sekitar 50 persen kegiatan ekonomi yang ditutup.

Presiden Trump pun menegaskan, anggapan itu merupakan kesalahan. Kasus infeksi Corona di AS tinggi karena tes yang dilakukan negeri Paman Sam itu lebih banyak dari negara lain.

"Kami memiliki lebih banyak kasus (Corona), karena kami menguji jauh lebih banyak dari negara lain. 60 juta (tes). Jika kami menguji lebih sedikit, akan ada lebih sedikit kasus," tegasnya.

Baca juga: Ancam Keamanan Negara, Trump Segera Larang Tik Tok Beroperasi di AS

Lebih lanjut Trump pun mengapresiasi para gubernur negara bagian AS yang telah bekerja keras dan cerdas dalam penanganan COVID-19. Dia pun optimistis AS bisa melalui pandemi ini.

"Kami akan kembali kuat," tegasnya.

Seperti diketahui, hingga hari ini hampir 18 juta warga dunia terinfeksi Virus Corona. AS masih menempati posisi teratas sebanyak 4.760.394 kasus positif, 157.785 meninggal dan 2.354.66 sembuh.