Donald Trump Diteriaki Pecundang hingga Mafia Tanah Main Buzzer

Ezra Sihite
·Bacaan 3 menit

VIVA – Berita terpopuler kanal News-Trend di VIVA sepanjang Minggu, 8 November 2020 diwarnai dengan sejumlah isu menarik. Beberapa berita yang banyak dibaca tak lain soal Pemilu AS yakni menangnya Joe Biden mengalahkan calon petahana Presiden Donald Trump. Keterpilihan Joe Biden apakah akan berdampak banyak bagi Indonesia?

Selain itu, berita yang juga banyak dibaca adalah soal pernyataan pegiat hukum dan aktivis HAM Haris Azhar yang menyebut buzzer kini banyak dilibatkan mafia sengketa tanah. Hal itu juga sempat disinggung anggota DPR Johan Budi SP.

Apa saja berita terpopuler yang ramai pembaca? Mari kita lihat berikut ini:

1. Balik ke Gedung Putih, Donald Trump Diteriaki Pecundang

Calon Presiden petahana AS, Donald Trump menolak mengakui hasil penghitungan pilpres yang memenangkan pesaingnya dari Partai Demokrat, Joe Biden. Trump dalam sikapnya berencana membawa hasil pilpres itu ke Mahkamah Agung AS.

Dikutip dari Metro, Minggu, 8 November 2020, ada kejadian menarik yang dialami Trump saat kembali ke Gedung Putih usai main golf. Pendukung Joe Biden yang euforia ternyata merayakan kemenangan itu sampai di area dekat Gedung Putih.

Mereka pun menyambut kembalinya Trump ke Gedung Putih dengan ejekan serta mengacungkan jari tengah. Pendukung Biden itu meneriaki Trump beberapa kali dengan sebutan pecundang. Baca berita lengkapnya di tautan ini.

2. Mau Nyogok Ditolak, Sopir Ini Malah Sebut Polisi Pengemis Berseragam

JR (32) terpaksa harus berurusan dengan polisi. Gara-garanya, ia mengunggah video petugas Patroli Jalan Raya Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur disertai tulisan tak pantas di akun Facebook (FB)-nya, setelah usahanya menyogok polisi yang ia videokan agar tidak ditilang gagal.

Warga Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah, itu pun kini diurus aparat Kepolisian Resor Kota Sidoarjo.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, kasus bermula ketika pada Rabu, 23 September 2020, lalu. Ketika itu dua petugas PJR Jatim II, Waru, Kabupaten Sidoarjo, menindak JR yang mengemudikan sebuah truk. Petugas hendak menilang JR karena melakukan pelanggaran dalam hal muatan truk yang ia kendarai. Baca lengkapnya di link berikut.

3. Biden Jadi Presiden AS, Pengusaha RI Sarankan Ini ke Pemerintah

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meyakini, kebijakan perdagangan internasional yang dianut Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat tidak akan banyak memberikan angin segar bagi perekonomian Indonesia. Hal ini penting jika pemerintah tak mengubah pendekatan perdagangan.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani menjelaskan analisis itu karena Partai Demokrat yang menaungi Biden lebih cenderung menggunakan prinsip multilateral dalam membuat kesepakatan kerja sama perdagangan.

Indonesia saat ini menurutnya malah tengah menempuh negosiasi Limited Trade Deal (LTD) atau Kesepakatan Perdagangan secara terbatas dengan AS. Dengan cara itu, pemerintah meyakini perdagangan Indonesia dengan AS akan meningkat. Baca lanjutannya di sini.

4. Biden Gantikan Trump, Perang Dagang AS-China Diyakini Belum Berhenti

Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai kemenangan Joe Biden di Pilpres AS tidak akan serta merta menyebabkan perang perdagangan terhenti antara AS dengan China maupun mitra dagang utamanya.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, kebijakan Biden juga tidak akan pro terhadap perdagangan bebas atau free trade sepenuhnya. Namun, lebih akan mengupayakan keseimbangan antara proteksi pasar AS dari impor.

"Lebih akan mengupayakan balance antara proteksi pasar AS dari impor. Khususnya dari China dan negara-negara lain yang dianggap melakukan persaingan dagang yang tidak sehat," kata Shinta kepada VIVA, Minggu, 8 November 2020. Untuk tahu lengkapnya ada di tautan berikut.

5. Haris Azhar Ungkap Mafia Gencar Pakai Buzzer di Sengketa Tanah

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan advokasi rakyat, Haris Azhar menemukan adanya fenomena keterlibatan buzzer dalam persoalan sengketa tanah. Demi kemenangan kata dia, sampai bisa melakukan framing terhadap personifikasi seseorang.

“Membangun kesan bahwa pihak yang dibela mereka adalah korban, tertindas dan miskin sedangkan lawannya adalah kebalikannya,” ujar Haris kepada awak media, Minggu, 8 November 2020

Atas alasan Itulah, klaim Haris Azhar, dia bersedia menjadi kuasa hukum Benny Tabalujan yang belakangan ramai diberitakan sebagai tersangka pemalsuan dokumen tanah. Baca berita menarik ini di link berikut.