Donald Trump Juluki Joe Biden "Musuh Negara" Saat Kampanye

Merdeka.com - Merdeka.com - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menjuluki penggantinya Presiden Joe Biden sebagai "musuh negara" saat menghadiri sebuah kampanye di Pennsylvania pada Sabtu (3/8).

Ini pertama kalinya Trump muncul setelah FBI menggeledah rumahnya pada 8 Agustus lalu karena diduga menyimpan dokumen rahasian negara.

Trump juga menyinggung soal penggeledahan tersebut, menyebutnya "parodi keadilan" dan memperingatkan hal itu akan menuai serangan balasan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Tidak ada contoh yang lebih jelas dari ancaman yang sangat nyata dari kebebasan orang Amerika daripada beberapa pekan lalu, kalian lihat, ketika kita menyaksikan salah satu penyalahgunaan kekuasaan paling mengejutkan dalam sejarah Amerika yang dilakukan pemerintah," jelasnya, dilansir Al Arabiya, Minggu (4/9).

Dia menyatakan, pemerintahan Biden menyetujui penggeledahan tersebut yang bertentangan dengan protokol lama di mana Departemen Kehakiman dan FBI bertindak independen dari Gedung Putih.

Kepada pendukungnya di kota Wilkes-Barre, Trump juga mengecam pidato Biden pekan ini yang menyatakan pendahulunya dan pendukung Republik "menampilkan ekstremisme yang mengancam dasar republik kita."
Dalam pidatonya diPhiladephia, Biden mengecam para pendukung Republik yang mendukung ideologi "Make America Great Again" (MAGA) Trump dan meminta pendukungnya untuk melawan balik.

"Itu adalah pidato paling jahat, penuh kebencian dan memecah belah yang pernah disampaikan seorang presiden Amerika," ujar Trump.

"Dia seorang musuh negara. Kalau kalian ingin tahu," lanjutnya.

"Republikan dalam gerakan MAGA bukan orang yang berusaha untuk meremehkan demokrasi kita," tambah Trump.

"Kami adalah orang yang berusaha menyelamatkan demokrasi kita, sangat sederhana. Bahaya bagi demokrasi datang dari kiri radikal, bukan dari kanan." [pan]