Donald Trump Maju Lagi Jadi Capres di Pemilu 2024

Merdeka.com - Merdeka.com - Kabar Donald Trump maju lagi di Pemilu 2024 akhirnya terjawab. Dia telah mengajukan dokumen kepada FEC untuk mencalonkan kembali sebagai presiden. Trump resmi mengajukan dokumen pencalonan pada 15 November 2022.

"Untuk membuat Amerika kembali hebat dan jaya, malam ini saya mengumumkan pencalonan saya sebagai presiden Amerika Serikat," kata Trump dikutip dari CNN, Rabu (16/11).

Trump dalam pencalonannya menawarkan sejumlah isu. Di antaranya, cara negara yang dibebani oleh gejolak ekonomi, penghapusan hak aborsi federal dan kekhawatiran luas tentang masa depan demokrasi.

Dokumen Trump yang menetapkan pencalonannya sampai di Komite Pemilihan Federal tak lama sebelum dia menyampaikan pengumumannya di Mar-a-Lago, perkebunan tepi laut Florida miliknya.

Kampanye Trump telah lama ditunggu-tunggu publik Amerika. Semenjak mantan presiden itu menjadi sorotan setelah kinerja pemilu paruh waktu GOP yang mengecewakan.

Partai Republik gagal mendapatkan mayoritas Senat, dalam upaya mereka untuk mengisi beberapa kursi di seluruh negara bagian. Dengan hanya 215 pemilihan yang mendukung mereka sejauh ini dari 218 yang dibutuhkan. Para pemimpin partai lainnya menjadi defensif saat mereka menghadapi kritik dari barisan pendukung mereka sendiri.

Kandidat yang didukung Trump juga kalah dalam pemilihan gubernur di Arizona, Pennsylvania, dan Michigan, dan pemilihan Senat di New Hampshire.

Sehingga, kontrol Senat tetap berada di bawah Demokrat. Sementara kontrol DPR masih belum diputuskan namun diprediksi juga bakal mengalami kekalahan. Sehingga menimbulkan pertanyaan tentang daya tarik Trump dan masa depan partai yang sudah terpecah.

Kontroversi Trump

Partai Republik pertama kali berselisih tentang klaim penipuan pemilu oleh Trump yang tidak berdasar pada akhir tahun 2020. Kemudian pemakzulan keduanya yang bersejarah hanya beberapa minggu kemudian setelah kerusuhan yang terjadi di Capitol pada 6 Januari.

Sejak itu, Trump terus menyebarkan kebohongan bahwa Presiden Joe Biden hanya menjabat melalui penipuan pemilihan. Meski tidak ada buktinya sampai sekarang.

Trump sempat mengajukan gugatan kemenang Biden di sejumlah negara bagian Amerika. Namun, gugatan hukum yang diajukan oleh mantan presiden dan pendukungnya itu ditolak oleh banyak hakim, termasuk yang ditunjuk oleh Partai Republik.

Sementara itu, pencalonannya sebagai presiden yang baru diumumkan dapat menimbulkan pertanyaan hukum. Karena mantan maestro bisnis ini menghadapi berbagai penyelidikan yang dapat mengarah pada dakwaan.

Organisasi Trump, perusahaan induk untuk gedung, lapangan golf, dan aset lainnya, dituduh membantu beberapa petinggi eksekutif menghindari pajak penghasilan atas kompensasi yang mereka dapatkan selain gaji mereka, seperti apartemen bebas sewa dan mobil mewah.

Kedua, Trump telah dipanggil untuk bersaksi di depan komite yang menyelidiki serangan 6 Januari para pendukungnya di Gedung Capitol. Terakhir, otoritas federal menyelidiki penanganan dokumen rahasia di perkebunan Mar-a-Lago milik Trump.

Trump dan Biden Tanding Lagi?

Dalam pemilihan presiden 2020, Biden memperoleh 306 suara elektoral. Sementara lawannya, Trump mendapatkan 232 suara.

Margin yang sama dengan yang dimiliki Trump ketika dia mengalahkan Hillary Clinton pada 2016.

Biden meraih kemenangan pada tahun 2020 dengan menang di negara bagian utama seperti Pennsylvania, Michigan, Wisconsin, Arizona, dan Georgia.

Jika Trump tanding ulang melawan Biden, yang belum secara resmi mengumumkan pencalonannya, kompetisi tersebut bisa menjadi salah satu duel politik terpanjang dan paling berdampak dalam sejarah Amerika, berlangsung selama beberapa tahun dan beberapa pemilihan. [rnd]