Donald Trump Pertimbangkan Pemberian Dana Bantuan ke WHO

Liputan6.com, Washington, D.C - Presiden AS Donald Trump mengatakan, pemerintahannya sedang mempertimbangkan proposal dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait pengajuan dana bantuan.

Dalam postingnya di Twitter, Trump menggarisbawahi bahwa tidak ada keputusan akhir yang dibuat terkait pendanaan AS untuk badan kesehatan global (WHO).

Dikutip dari laman Channel News Asia, Minggu (17/5/2020) Trump menangguhkan kontribusi AS kepada WHO pada 14 April.

Alasannya, karena Trump menduga jika WHO lebih condong kepada China dan menutup-nutupi segala informasi sehingga tidak trasparan.

Meski demikian, pejabat WHO telah membantah klaim itu dan China bersikeras dan mengatakan bahwa pemerintahaanya telah transparan dan terbuka.

Laporan lain menyebut jika Trump siap untuk mengembalikan dana parsial ke WHO, sesuai dengan kontribusi yang dinilai China.

Amerika Serikat adalah donor terbesar WHO. Jika Amerika Serikat cocok dengan kontribusi China, seperti yang ditunjukkan oleh laporan Fox, tingkat pendanaan barunya adalah sekitar sepersepuluh jumlah dana sebelumnya sekitar US$ 400 juta per tahun.

Menanggapi kritik tentang kebijakan pendanaan yang ia setop, Trump mengatakan:

"Ini hanya salah satu dari banyak konsep yang dipertimbangkan di mana kita akan membayar 10 persen dari apa yang telah kita bayar selama bertahun-tahun, sesuai dengan pembayaran China yang jauh lebih rendah. Belum membuat keputusan akhir. Semua dana dibekukan."

Setop Anggaran 7,8 Triliun

Presiden AS Donald Trump dalam briefing melawan Virus Corona (COVID-19) di Gedung Putih. Dok: Gedung Putih

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyetop anggaran kontribusi terhadap World Health Organization (WHO). Alasannya adalah WHO dianggap melakukan kesalahan dalam mengantisipasi Virus Corona (COVID-19). 

Selain itu, Presiden Trump berkata WHO menutup-nutupi terkait virus ini.

"Hari ini saya menginstruksikan pemerintahan saya untuk menahan pendanaan WHO selagi meninjau peran WHO dalam buruknya mismanajemen dan menutupi penyebaran Virus Corona COVID-19. Semua orang tahu apa yang terjadi di sana," ujar Donald Trump pada konferensi pers di Gedung Putih pada Selasa 15 April 2020.

Presiden Trump sempat menyebut WHO lebih China-sentris, sehingga merugikan dunia, dan notabene AS yang merupakan kontributor terbesar. Ia berkata anggaran ke WHO dari pajak AS tiap tahun bisa sebesar US$ 400 juta hingga US$ 500 juta (Rp 6,2 triliun - Rp 7,8 triliun).

Sementara, sumbangan China tak sampai US$ 40 juta (Rp 625 miliar).

Jika melihat data dari situs resmi WHO, kontribusi keuangan China ke WHO memang tinggi, yakni US$ 37,8 juta untuk periode 2018-2019. Nominal itu lebih besar dari gabungan kontribusi Inggris, Australia, dan India kepada WHO pada periode yang sama.

Simak video pilihan berikut: