Donald Trump Senang Kim Jong-un Tampil Lagi Usai Diisukan Meninggal

Liputan6.com, Washington DC - Presiden AS Donald Trump mengatakan dia "senang" bahwa Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah muncul kembali dan tampak sehat.

"Aku, untuk satu hal, senang melihat dia kembali, dan baik-baik saja!" Trump mencuit di Twitter, setelah pemimpin Korea Utara dilaporkan menghadiri pembukaan pabrik pupuk kemarin, Sabtu 2 Mei 2020, seperti dilansir BBC (3/5/2020).

Itu adalah penampilan publik pertama Kim Jong-un dalam hampir tiga minggu.

Ketidakhadirannya --terutama dari perayaan ulang tahun almarhum kakeknya pada 15 April-- telah memicu spekulasi global tentang kesehatannya.

Kantor berita negara Korut (KCNA) melaporkan bahwa Kim memotong pita pada pembukaan pabrik pupuk pada hari Jumat, dan menambahkan bahwa orang banyak "bersorak-sorai hore" ketika ia muncul.

Pada Senin 27 April, di tengah spekulasi dan desas-desus tentang kesehatan Kim, Presiden Trump mengatakan ia memiliki "ide yang sangat bagus" tentang kondisi Kim, tetapi menambahkan bahwa "Saya tidak bisa membicarakannya".

"Aku hanya berharap dia baik-baik saja," tambahnya saat itu.

Presiden Trump dan Kim Jong-un telah mengembangkan hubungan yang unik dalam beberapa tahun terakhir.

Kedua lelaki itu telah bertemu tiga kali sejak 2018, dan telah saling bertukar surat pribadi satu sama lain yang digambarkan Trump sebagai "sangat baik".

Namun, pembicaraan tentang denuklirisasi Korea Utara terhenti dalam beberapa bulan terakhir.

 

Laporan Terbaru

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un berbincang dengan Presiden AS, Donald Trump di zona demiliterisasi Korea (DMZ), Desa Panmunjom pada Minggu (30/6/2019). Pertemuan keduanya berawal ketika Trump menuliskan undangan pertemuan dengan Kim melalui Twitter. (Brendan Smialowski/AFP)

Menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kim Jong-un didampingi oleh beberapa pejabat senior Korea Utara, termasuk saudara perempuannya Kim Yo-jong.

Pemimpin Korea Utara itu memotong pita di sebuah upacara di pabrik itu, di sebuah wilayah di utara Pyongyang, dan orang-orang yang menghadiri acara itu "bersorak-sorai 'hore!' untuk Pemimpin Tertinggi yang memimpin pawai semua orang untuk mencapai tujuan besar kemakmuran," kata KCNA.

Kim mengatakan dia puas dengan sistem produksi pabrik, dan memujinya karena berkontribusi pada kemajuan industri kimia dan produksi pangan negara itu, tambah kantor berita negara.

Spekulasi tentang kesehatan Kim dimulai setelah dia melewatkan perayaan ulang tahun kelahiran kakeknya, pendiri negara Kim Il-sung pada 15 April.

Peringatan itu adalah salah satu acara terbesar dalam kalender Korea Utara, dan Kim biasanya menandainya dengan mengunjungi makam tempat kakeknya berada. Tuan Kim tidak pernah melewatkan acara ini.

Klaim tentang kesehatan Kim yang buruk kemudian muncul dalam sebuah laporan untuk sebuah situs web yang dikelola oleh para pembelot Korea Utara.

Sebuah sumber anonim mengatakan kepada Daily NK bahwa mereka mengerti dia telah berjuang dengan masalah kardiovaskular sejak Agustus lalu "tetapi memburuk setelah kunjungan berulang ke Gunung Paektu."

Hal ini menyebabkan rantai pelaporan oleh media internasional tentang cerita bersumber tunggal.

Kantor-kantor berita kemudian mulai menjalankan klaim itu, dan hanya itu yang mereka miliki sampai beberapa laporan muncul bahwa agen-agen intelijen di Korea Selatan dan AS sedang memantau klaim itu.

Tapi kemudian muncul berita utama yang lebih sensasional di media AS bahwa pemimpin Korea Utara itu dalam kondisi kritis setelah operasi jantung.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tampaknya menyalakan rumor pada 29 April, dengan mengatakan para pejabat AS "belum melihat" Kim Jong-un baru-baru ini.

Namun, pernyataan dari pemerintah Korea Selatan, dan sumber-sumber di intelijen China --berbicara kepada kantor berita Reuters-- mengatakan ini tidak benar.

Simak video pilihan berikut: